<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1157511632114670481</id><updated>2011-10-31T21:58:08.351-07:00</updated><category term='Jauhilah dosa'/><category term='ayuh solat.'/><category term='Peristiwa aneh'/><category term='Kisah dikubur'/><category term='Kisah Teladan'/><category term='Kekal di akhirat'/><category term='IlAmIk'/><category term='Sejarah 4 Imam'/><title type='text'>AL-'ILMIAH</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://ibnuyusuf-al-qadahi.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1157511632114670481/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnuyusuf-al-qadahi.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Moohamad Azfar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02348206276989937680</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-q60k6ok-0iI/Tq98Vf8pkeI/AAAAAAAAAqk/E6wPCS-jAfQ/s220/azfar.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>12</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1157511632114670481.post-8963498410873989864</id><published>2010-08-06T21:35:00.000-07:00</published><updated>2010-08-06T21:36:26.182-07:00</updated><title type='text'>Perjalanan ke Thaif</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: rgb(0, 0, 0); font-family: 'Times New Roman'; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: bold; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px; font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 13px; text-align: left;"&gt;Bukhari meriwayatkan dari Urwah, bahwa Aisyah ra. isteri Nabi SAW bertanya kepada Nabi SAW katanya: 'Adakah hari lain yang engkau rasakan lebih berat dari hari di perang Uhud?' tanya Aisyah ra. 'Ya, memang banyak perkara berat yang aku tanggung dari kaummu itu, dan yang paling berat ialah apa yang aku temui di hari Aqabah dulu itu. Aku meminta perlindungan diriku kepada putera Abdi Yalel bin Abdi Kilai, tetapi malangnya dia tidak merestui permohonanku! 'Aku pun pergi dari situ, sedang hatiku sangat sedih, dan mukaku muram sekali, aku terus berjalan dan berjalan, dan aku tidak sadar melainkan sesudah aku sampai di Qarnis-Tsa'alib. Aku pun mengangkat kepalaku, tiba-tiba aku terlihat sekumpulan awan yang telah meneduhkanku, aku lihat lagi, maka aku lihat Malaikat jibril alaihis-salam berada di situ, dia menyeruku: 'Hai Muhammad! Sesungguhnya Allah telah mendengar apa yang dikatakan kaummu tadi, dan apa yang dijawabnya pula. Sekarang Allah telah mengutus kepadamu bersamaku Malaikat yang bertugas menjaga bukit-bukit ini, maka perintahkanlah dia apa yang engkau hendak dan jika engkau ingin dia menghimpitkan kedua-dua bukit Abu Qubais dan Ahmar ini ke atas mereka, niscaya dia akan melakukannya!' Dan bersamaan itu pula Malaikat penjaga bukit-bukit itu menyeru namaku, lalu memberi salam kepadaku, katanya: 'Hai Muhammad!' Malaikat itu lalu mengatakan kepadaku apa yang dikatakan oleh Malaikat Jibril AS tadi. 'Berilah aku perintahmu, jika engkau hendak aku menghimpitkan kedua bukit ini pun niscaya aku akan lakukan!' 'Jangan... jangan! Bahkan aku berharap Allah akan mengeluarkan dari tulang sulbi mereka keturunan yang akan menyembah Allah semata, tidak disekutukanNya dengan apa pun... !', demikian jawab Nabi SAW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musa bin Uqbah menyebut di dalam kitab 'Al-Maghazi' dari Ibnu Syihab katanya, bahwa Rasulullah SAW apabila pamannya, Abu Thalib, meninggal dia keluar menuju ke Tha'if dengan harapan agar penduduknya akan melindunginya di sana. Maka beliau menemui tiga pemuka Tsaqif, dan mereka itu bersaudara, yaitu: Abdi Yalel, Khubaib dan Mas'ud dari Bani Amru. Beliau menawarkan mereka untuk melindunginya serta mengadukan halnya dan apa yang dibuat oleh kaumnya terhadap dirinya sesudah kematian Abu Thalib itu, namun bukan saja mereka menolakbeliau, tetapi mereka menghalaunya dan memperlakukan apa yang tidak sewajarnya.(Fathul Bari 6:198 - dari sumber Ibnu Ishak, Shahjh Bukhari 1:458, dan berita ini dikeluarkan juga oleh Muslim dan Nasa'i).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Nu'aim memberitakan dengan lebih lengkapl dari Urwah bin Az-Zubair ra. katanya: Apabila Abu Thalib meninggal, maka semakin bertambahlah penyiksaan kaum Quraisy ke atas Nabi SAW Maka beliau berangkat ke Tha'if untuk menemui suku kaum Tsaqif dengan harapan penuh, bahwa mereka akan dapat melindunginya dan mempertahankannya. Beliau menemui tiga orang dari pemuka suku kaum Tsaqif, dan mereka itu pula adalah bersaudara, yaitu: Abdi Yalel, Kbubaib dan Mas'ud, semua mereka putera-putera dari Amru, lalu beliau menawarkan dirinya untuk diberikan perlindungan, di samping beliau mengadukan perbuatan jahat kaum Quraisy terhadap dirinya, dan apa yang ditimpakan ke atas pengikut-pengikutnya. Maka berkata salah seorang dari mereka: Aku hendak mencuri kelambu Ka'bah, jika memang benar Allah mengutusmu sesuatu seperti yang engkau katakan tadi?! Yang lain pula berkata: Demi Allah, aku tidak dapat berkatakata kepadamu, walau satu kalimah sesudah pertemuan ini, sebab jika engkau benar seorang Utusan Allah, niscaya engkau menjadi orang yang tinggi kedudukannya dan besar pangkatnya, tentu tidak boleh aku berbicara lagi kepadamu?! Dan yang terakhir pula berkata: Apakah Allah sampai begitu lemah untuk mengutus orang selain engkau? Semua kata-kata pemuka Tsaqif kepada RasuluUah SAW itu tersebar dengan cepat sekali kepada suku kaumnya, lalu mereka pun berkumpul mengejek-ngejek beliau dengan kata-kata itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian ketika beliau hendak pergi meninggalkan Tha'if itu, mereka berbaris di tengah jalannya dua barisan, mereka mengambil batu, lalu melempar beliau, setiap beliau melangkahkan kakinya batu-batu itu mengenai semua tubuh beliau sehingga luka-luka berdarah, dan sambil mereka melempar, mereka mengejek dan mencaci. Setelah bebas dari perbuatan suku kaum Tsaqif itu, beliau terlihat sebuah perkebunan anggur yang subur di situ. Beliau berhenti di salah satu pepohonannya untuk beristirahat dan membersihkan darah yang mengalir dari kaki dan tubuhnya yang lain, sedang hatinya sungguh pilu dan menyesal atas perlakuan kaum Tha'if itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak lama kemudian terlihatlah Utbah bin Rabi'ah dan Syaibah bin Rabi'ah yang baru sampai di situ. Beliau enggan datang menemui mereka, disebabkan permusuhan mereka terhadap Allah dan RasulNya dan penentangan mereka terhadap agama yang diutus Allah kepadanya. Tetapi Utbah dan Syaibah telah menyuruh hamba mereka yang bemama Addas untuk datang kepada beliau membawa sedikit anggur untuknya, dan Addas ini adalah seorang yang beragama kristen dari negeri Niniva (kota lama dari Iraq). Apabila Addas datang membawa sedikit anggur untuk beliau, maka beliau pun memakannya, dan sebelum itu membaca 'Bismillah!' Mendengar itu Addas keheranan, kerana tidak pernah mendengar orang membaca seperti itu sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Siapa namamu?' tanya Nabi SAW 'Addas!' 'Dari mana engkau?' tanya beliau lagi. 'Dari negeri Niniva!' jawab Addas. 'Oh, dari kota Nabi yang saleh, Yunus bin Matta!' Mendengar jawaban Nabi itu, Addas menjadi lebih heran dari mana orang ini tahu tentang Nabi Yunus bin Matta? Dia tidak sabar lagi hendak tahu, sementara tuannya Utbah dan Syaibah melihat saja kelakuan hambanya yang terlihat begitu mesra dengan Nabi SAW itu. 'Dari mana engkau tahu tentang Yunus bin Matta?!' Addas keheranan. 'Dia seorang Nabi yang diutus Allah membawa agama kepada kaumnya,' jawab beliau. Beliau lalu menceritakan apa yang diketahuinya tentang Nabi Yunus AS itu, dan sudah menjadi tabiat beliau, beliau tidak pernah memperkecilkan siapa pun yang diutus Allah untuk membawa perutusannya. Mendengar semua keterangan dari Rasulullah SAW Addas semakin kuat mempercayai bahwa orang yang berkata-kata dengannya ini adalah seorang Nabi yang diutus Allah. Lalu dia pun menundukkan kepalanya kepada beliau sambil mencium kedua tapak kaki beliau yang penuh dengan darah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat kelakuan Addas yang terakhir ini, Utbah dan Syaibah semakin heran apa yang dibuat sang hamba itu. Apabila kembali Addas kepada mereka, mereka lalu bertanya: 'Addas! Mari ke mari!' panggil mereka. Addas datang kepada tuannya menunggu jika ada perintah yang akan disuruhnya. 'Apa yang engkau lakukan kepada orang itu tadi?' 'Tidak ada apa-apa!' jawab Addas. 'Kami lihat engkau menundukkan kepalamu kepadanya, lalu engkau menciurn kedua belah kakinya, padahal kami belum pemah melihatmu berbuat seperti itu kepada orang lain?!' Addas mendiamkan diri saja, tidak menjawab. 'Kenapa diam? Coba beritahu kami, kami ingin tahu?' pinta Utbah dan Syaibah. 'Orang itu adalah orang yang baik, dia menceritakan kepadaku tentang seorang Utusan Allah atau Nabi yang diutus kepada kaum kami, 'jawab Addas. 'Siapa namanya Nabi itu?' 'Yunus bin Matta' jawab Addas lagi. 'Lalu?' 'Dia katakan, dia juga Nabi yang diutus!'Addas berkata jujur. 'Dia Nabi?!' Utbah dan Syaibah tertawa terbahak-bahak, sedang Addas mendiamkan diri melihatkan sikap orang yang mengingkari kebenaran Allah. 'Eh, engkau bukankah kristen?' 'Benar,'jawab Addas. 'Tetaplah saja dalam kristenmu itu! Jangan tertipu oleh perkataan orang itu!' Utbah dan Syaibah mengingatkan Addas. 'Dia itu seorang penipu, tahu tidak?!' Addas terus mendiamkan dirinya . Sesudah itu, Rasuluilah SAW kembali ke Makkah dengan hati yang kecewa sekali. (Dala'ilun-Nubuwah, hal. 103)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1157511632114670481-8963498410873989864?l=ibnuyusuf-al-qadahi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnuyusuf-al-qadahi.blogspot.com/feeds/8963498410873989864/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ibnuyusuf-al-qadahi.blogspot.com/2010/08/perjalanan-ke-thaif.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1157511632114670481/posts/default/8963498410873989864'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1157511632114670481/posts/default/8963498410873989864'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnuyusuf-al-qadahi.blogspot.com/2010/08/perjalanan-ke-thaif.html' title='Perjalanan ke Thaif'/><author><name>Moohamad Azfar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02348206276989937680</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-q60k6ok-0iI/Tq98Vf8pkeI/AAAAAAAAAqk/E6wPCS-jAfQ/s220/azfar.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1157511632114670481.post-5740239297082120429</id><published>2010-08-06T21:21:00.000-07:00</published><updated>2010-08-06T21:27:13.660-07:00</updated><title type='text'>Surat Balasan Heraklius</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: arial; font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: rgb(0, 0, 0); font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px; font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(51, 51, 51); font-size: 13px; text-align: left;"&gt;Di dalam versi yang dikeluarkan oleh Abdullah bin Ahmad dan Abu Ya'la dari Said bin Abu Rasyid, katanya: Aku pernah menemui orang Tanukhi (dari negeri Tanukh) yang menjadi utusan Heraklius kepada Rasulullah SAW di Himsh (Syam), dan ketika itu dia seorang yang sudah sangat tua, dan dia tetanggaku maka aku berkata kepadanya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bolehkah engkau ceritakan kepadaku tentang surat kiriman Heraklius kepada Nabi SAW dan surat Beliau yang dikirimkan kepada Heraklius", aku membujuknya. "Boleh", jawabnya singkat. Orang tua itu lalu bercerita, katanya: Bila Rasulullah SAW tiba di Tabuk, Beliau mengutus Dihyah Al-Kalbi ra. kepada Heraklius, pembesar Romawi. Apabila surat Rasulullah SAW itu sampai ke tangan Heraklius, dipanggilnya semua rahib-rahib gereja dan pendetanya. Bila semua mereka telah hadir ditutupnya semua pintu-pintu, dan tinggallah kami bersama dengannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Heraklius berkata: "Utusan ini datang kepada kita, sebagaimana kamu sekalian melihatnya, dan dia menyeruku untuk memilih salah satu dari tiga perkara berikut: Dia menyeruku untuk mengikuti agamanya, ataupun membayar upeti Jizyah dari hasil negeri kita, sedang negeri ini tetap di bawah kekuasaan kita, ataupun kita menemui mereka di medan perang! Demi Allah, kamu semua telah mengetahui dari apa yang kamu baca di dalam kitab-kitab kamu, bahwa kamu akan dikalahkannya. Maka lebih baiklah, kita mengikut agamanya, ataupun kita berikan saja upeti dari hasil harta kita"! Semua yang berkumpul di situ tidak senang dengan kata-kata Heraklius itu, muka mereka merah padam kerana marah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka berkata: "Apakah engkau mengajak kita untuk meninggalkan agama Kristen, supaya kita menjadi hamba kepada si orang badui yang datang dari negeri Hijaz itu?" Heraklius terkejut mendengar tentangan keras dari ahli-ahli agama itu. Dia kini yakin, bila mereka keluar dari pertemuan itu, tentu mereka akan sebarkan berita itu di luar kepada penguasa-penguasa negara, dan tentulah dia akan diturunkan dari kerajaannya. Maka segeralah dia berkelit: "Eh, nanti dulu! Jangan terburu nafsu!" kata Heraklius mempertahankan dirinya. "Sebenarnya aku katakan begitu hanya untuk menguji pendirian kamu, apakah kamu tetap teguh atas agama kamu itu?!" sambungnya lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Heraklius memanggil seorang Arab berbangsa Tujib yang memang menganut agama Nasrani dari kaum Arab Kristen, lalu dia memerintahkan: "Tolong carikan bagiku", kata Heraklius, "seorang yang pandai berbicara bahasa Arab, yang lidahnya lidah orang Arab. Bawa dia ke mari untuk membawa surat jawabanku kepada si orang badui itu".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkata orang tua dari Tanukhi itu memberitakan peristiwa lama yang dialaminya, katanya: "Aku pun dibawa kepada Heraklius lalu dia menyerahkan kepadaku sepucuk surat yang ditulis di atas tulang, lalu dia berkata pula: "Bawalah suratku ini kepada orang yang mengaku Nabi itu", kata Heraklius. "Tetapi dengar baik-baik apa yang dikatakannya, dan ingat tiga hal berikut ini, jika dia sebutkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatikan jika dia menyebut sesuatu tentang surat yang dikirimkan kepadaku, dengar apa komentarnya? Perhatikan bila dibacakan suratku kepadanya, apakah dia akan menyebut perkataan malam! atau tidak? Dan yang terakhir, coba berusaha sampai engkau dapat melihat di belakang tubuhnya, adakah suatu tanda yang menarik perhatianmu?! Ingat baik-baik tiga perkara ini, dan beritahu apa yang engkau lihat kepadaku!" pesan Heraklius dengan hati-hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pun berangkat pergi membawa surat Heraklius itu, hingga aku tiba di Tabuk. Di situ aku bertanya kepada para sahabatnya: "Di mana ketua kamu, yang dikatakan Nabi?" tanyaku. "Di sana itu! Yang sedang duduk dikelilingi orang", jawab mereka. Aku lihat Nabi SAW itu sedang duduk di tepi takungan Air, di mana dia telah dikelilingi oleh para sahabatnya. Aku pun maju ke depan, lalu mereka memberikanku tempat di depannya, bila diketahuinya aku datang sebagai utusan dari Heraklius. Aku pun menyerahkan surat itu kepadanya, dan diletakkan surat itu di atas pangkuannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian dia berkata kepadaku: "Dari mana engkau?" "Aku orang Tanukh!" jawabku. "Maukah engkau kembali kepada agama yang suci dari kepercayaan nenek moyang kamu Ibrahim (AS)?" tanya Nabi SAW kepadaku. "Aku ini utusan sebuah negara dan menganut agama negara itu, tidaklah wajar aku mengubah agamaku ini sehinggalah aku kembali kepada mereka dulu!" jawabku dengan jujur. "Memang benar Tuhan telah mengatakan: Sesungguhnya engkau, hai Muhammad, tidak mampu memberikan petunjuk kepada siapa yang engkau suka, akan tetapi Allah-lah yang akan memberikan petunjuk itu kepada siapa yang disukai-Nya, dan Dia adalah lebih mengetahui tentang orang-orang yang mendapat petunjuk itu!" Nabi SAW terlihat kesal sekali, apabila orang menolak untuk menerima Islam. Aku berdiam diri saja, tidak tahu apa yang mesti aku katakan lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hai saudara dari Tanukh!" tiba-tiba Nabi SAW menyeruku. "Aku telah menulis surat kepada Kisra (Pembesar Parsi), lalu suratku dikoyak-koyakkannya, kelak Allah akan mengoyak-ngoyakkannya dan kerajaannya", Nabi SAW berdiam sebentar. Kemudian menyambung lagi: "Dan aku menulis surat kepada Pembesarmu, maka dia masih ragu-ragu lagi, dan orang ramai masih boleh membuat alasan (tidak tahu) selama kehidupan mereka aman tenteram". Nabi SAW berhenti sebentar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar ucapan Beliau tadi aku berkata kepada diriku: Nah, salah satu dari tiga yang dipesan oleh Heraklius supaya aku ingat baik-baik. Aku pun keluarkan sarung isi panahku, lalu aku catat pada kulitnya. Kemudian Beliau menyerahkan surat Heraklius itu kepada seorang yang duduk di kirinya untuk dibacakannya. Aku lalu membisik orang yang di sebelahku bertanya: "Siapa dia orang yang akan membaca surat Heraklius itu?" "Mu'awiyah!" jawab mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba dalam surat pembesarku Heraklius ada sebutan mengajak ke syurga yang luasnya seluas petala langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertaqwa". Kemudian ada bertanya: "Di mana letaknya neraka? Bila mendengar saja bunyi pertanyaan itu, Nabi SAW pun menjawab: "Subhanallah!, ajaib sekali pertanyaan ini?!" ujar Nabi SAW "Jadi di manakah malam bila datang siang?!" tanya Beliau. Aku berkata pada diriku: Ini satu lagi dari ucapan Beliau yang mesti aku catat. Beliau telah menyebut malam, yang mesti aku sampaikan kepada Heraklius nanti. Sesudah selesai dibacakan kepada Beliau surat yang aku bawa itu, Beliau lalu berkata kepadaku: "Engkau patut diberi hadiah kerana engkau utusan kepada kami", ujar Beliau. "Kalau kami ada hadiah, tentu kami akan berikan kepadamu. Akan tetapi kami sekalian adalah orang-orang musafir yang memyimpan bekal yang terbatas", jelas Beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba terdengar suatu suara dari hadapan Beliau, suara salah seorang sahabatnya: "Aku yang akan memberikannya hadiah, jika engkau benarkan, ya Rasulullah!" Orang itu lalu mengeluarkan dari bungkusannya sepasang pakaian kuning dan diletakkannya di pangkuannya. Lalu aku bertanya ingin tahu: "Siapa yang menghadiahkanku pakaian ini?" "Usman!" jawab mereka. Kemudian Rasulullah SAW berkata pula: "Siapa suka menerima orang ini sebagai tamunya?" "Saya!" kata seorang pemuda dari kaum Anshar. Orang Anshar itu pun bangun mengajak aku pergi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila aku hampir meninggalkan majlis Nabi SAW itu, Beliau memanggilku pula seraya berkata: "Hai saudara dari Tanukh!", kata Nabi SAW. Aku pun segera mendekatinya sehingga aku berdiri di sisinya. Beliau lalu menarik pakaiannya sehingga terbuka bagian belakangnya, sambil berkata kepadaku: "Mari ke sini, tunaikanlah tugasmu, sebagaimana yang disuruh oleh tuanmu!" kata Beliau. Maka terlihatlah padaku apa yang bertanda di belakang badannya itu, yaitu semacam cap (khatamun-nubuwah) di bagian atas bahunya seperti tanda bulat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Al-Haitsami: Ma'ma'uz-Zawa'id 8:235-236; Al-Bidayah Wan-Nihayah 5:15)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1157511632114670481-5740239297082120429?l=ibnuyusuf-al-qadahi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnuyusuf-al-qadahi.blogspot.com/feeds/5740239297082120429/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ibnuyusuf-al-qadahi.blogspot.com/2010/08/surat-balasan-heraklius.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1157511632114670481/posts/default/5740239297082120429'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1157511632114670481/posts/default/5740239297082120429'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnuyusuf-al-qadahi.blogspot.com/2010/08/surat-balasan-heraklius.html' title='Surat Balasan Heraklius'/><author><name>Moohamad Azfar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02348206276989937680</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-q60k6ok-0iI/Tq98Vf8pkeI/AAAAAAAAAqk/E6wPCS-jAfQ/s220/azfar.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1157511632114670481.post-7403797425955616091</id><published>2009-12-15T22:36:00.000-08:00</published><updated>2010-08-06T21:16:29.246-07:00</updated><title type='text'>wudhu' yang sempurna.</title><content type='html'>&lt;table border="0" cellpadding="0" width="100%"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td width="100%"&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style="font-size:12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;      &lt;/tr&gt;      &lt;tr&gt;       &lt;td&gt;       &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(64, 0, 0);font-family:Tahoma;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style="color: rgb(64, 0, 0);font-family:Tahoma;font-size:12pt;"  &gt;"Bagaim ana        wudhu' zahir dan batin?"  cuba pratikkan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(64, 0, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(64, 0, 0);font-size:13.5pt;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;u&gt;&lt;span style=";font-size:130%;color:blue;"  &gt;&lt;span style=";font-size:13.5pt;color:blue;"  &gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;u&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;color:blue;"  &gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;color:blue;"  &gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;a rel="nofollow" href="http://newyorkermen.multiply.com/photos/hi-res/upload/SBB9dwoKCEEAAFz3jrs1" target="_blank"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt;&lt;img src="http://mail.google.com/mail/?ui=2&amp;amp;ik=8657697c81&amp;amp;view=att&amp;amp;th=1257e0a38ef0ac41&amp;amp;attid=0.2&amp;amp;disp=emb&amp;amp;realattid=0.1.1&amp;amp;zw" alt="cid:1.2112243193@web24906.mail.ird.yahoo.com" border="0" width="103" height="94" /&gt;&lt;img src="http://mail.google.com/mail/?ui=2&amp;amp;ik=8657697c81&amp;amp;view=att&amp;amp;th=1257e0a38ef0ac41&amp;amp;attid=0.1&amp;amp;disp=emb&amp;amp;realattid=0.1.2&amp;amp;zw" alt="cid:2.2112243194@web24906.mail.ird.yahoo.com" border="0" width="300" height="199" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=";font-family:Comic Sans MS;font-size:180%;color:green;"   &gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:18pt;color:green;"   &gt;&lt;br /&gt;     Seorang ahli ibadah bernama Isam Bin Yusuf, sangat warak dan khusyuk&lt;br /&gt;    solatnya. Namun, dia selalu khuatir kalau-kalau ibadahnya kurang khusyuk&lt;br /&gt;    dan selalu bertanya kepada orang yang dianggapnya lebih ibadahnya,&lt;br /&gt;    demi untuk memperbaiki dirinya yang selalu dirasainya kurang khusyuk.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;    Pada suatu hari, Isam menghadiri majlis seorang ab id       bernama Hatim Al- As sam&lt;br /&gt;    dan bertanya, "Wahai Aba Abdurrahman, bagaim ana kah       caranya tuan &lt;span class="il"&gt;solat&lt;/span&gt;?"&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;    Hatim berkata, "Ap ab ila       masuk waktu &lt;span class="il"&gt;solat&lt;/span&gt;, aku berwudhu' zahir dan batin."&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;    Isam bertanya, "Bagaim ana        wudhu' zahir dan batin itu?"&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;    Hatim berkata, "Wudhu' zahir sebagaim ana        biasa iaitu membasuh semua anggota wudhu' dengan air". &lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;    Sementara wudhu' batin ialah membasuh anggota dengan tujuh perkara :-&lt;br /&gt;    * Bertaubat&lt;br /&gt;    * Menyesali dosa yang telah dilakukan&lt;br /&gt;    * Tidak tergila-gilakan dunia&lt;br /&gt;    * Tidak mencari/mengharap pujian orang (riya')&lt;br /&gt;    * Tinggalkan sifat berbangga&lt;br /&gt;    * Tinggalkan sifat khi ana t dan       menipu&lt;br /&gt;    * Meninggalkan sifat dengki.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;    Seterusnya Hatim berkata, "Kemudian aku pergi ke masjid, aku kemaskan       semua anggotaku dan menghadap kiblat.&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;    Aku berdiri dengan penuh kewaspadaan dan aku rasakan:&lt;br /&gt;    1.aku sedang berhadapan dengan Allah,&lt;br /&gt;    2.Syurga di sebelah kananku,&lt;br /&gt;    3.Neraka di sebelah kiriku,&lt;br /&gt;    4.Malaikat Maut berada di belakangku, dan&lt;br /&gt;    5.aku bayangkan pula aku seolah-olah berdiri di atas titian 'Siratal       mustaqim' dan&lt;br /&gt;    menganggap bahawa solatku kali ini adalah &lt;span class="il"&gt;solat&lt;/span&gt; terakhir bagiku,&lt;br /&gt;    kemudian aku berniat dan bertakbir dengan baik."&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;    "Setiap bacaan dan doa didalam &lt;span class="il"&gt;solat&lt;/span&gt;, aku faham  maknanya kemudian aku&lt;br /&gt;    rukuk dan sujud dengan tawadhuk, aku bertasyahud dengan penuh&lt;br /&gt;    pengharapan dan aku memberi salam dengan ikhlas. Beginilah aku bersolat&lt;br /&gt;    selama 30 tahun."&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;    Apabila Isam mendengar,       menangislah dia kerana        membayangkan ibadahnya&lt;br /&gt;    yang kurang baik bila dibandingkan dengan Hatim.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Comic Sans MS;font-size:180%;color:green;"   &gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:18pt;color:green;"   &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;        &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style="font-size:12pt;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;        &lt;table border="0" cellpadding="0"&gt;        &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;         &lt;td valign="top"&gt;         &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:Garamond;font-size:100%;color:red;"   &gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;font-family:Garamond;font-size:12pt;color:red;"   &gt;"Bertakwalah kepada ALLAH di mana kau berada &amp;amp; sambunglah perbuatan         jahat itu dgn melakukan kebaikan supaya terhapus (kejahatannya), &amp;amp; bergaullah         sesama manusia dgn budi yg baik (akhlak yg baik)."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;      &lt;br /&gt;      &lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:Garamond;color:blue;"  &gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;font-family:Garamond;color:blue;"  &gt;[ Riwayat At-Tirmidzi ]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1157511632114670481-7403797425955616091?l=ibnuyusuf-al-qadahi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnuyusuf-al-qadahi.blogspot.com/feeds/7403797425955616091/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ibnuyusuf-al-qadahi.blogspot.com/2009/12/wudhu-yang-sempurna.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1157511632114670481/posts/default/7403797425955616091'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1157511632114670481/posts/default/7403797425955616091'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnuyusuf-al-qadahi.blogspot.com/2009/12/wudhu-yang-sempurna.html' title='wudhu&apos; yang sempurna.'/><author><name>Moohamad Azfar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02348206276989937680</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-q60k6ok-0iI/Tq98Vf8pkeI/AAAAAAAAAqk/E6wPCS-jAfQ/s220/azfar.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1157511632114670481.post-6082641996923510015</id><published>2009-12-15T22:19:00.000-08:00</published><updated>2009-12-15T22:20:29.155-08:00</updated><title type='text'>Matahari semakin dekat.</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 22pt; color: navy;"&gt;Subhanallah……&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;div&gt; &lt;div&gt; &lt;div&gt; &lt;div&gt; &lt;div&gt; &lt;div&gt; &lt;div&gt; &lt;div&gt; &lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td style="padding: 0cm;" valign="top"&gt; &lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td style="padding: 0cm;" valign="top"&gt; &lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td style="padding: 0cm;" valign="top"&gt; &lt;div&gt; &lt;div&gt; &lt;div&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13.5pt; color: rgb(204, 51, 0);"&gt;Matahari dari dekat (5,000 KM)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt; &lt;div&gt; &lt;div&gt; &lt;div&gt; &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;"&gt;Imej matahari yang paling jelas diperolehi oleh Royal Swedish Academy Of&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Science pada 14 nov 2002 melalui Swedish Solar Telescope&lt;/strong&gt;&lt;/b&gt; &lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;img src="http://mail.google.com/mail/?ui=2&amp;amp;ik=8657697c81&amp;amp;view=att&amp;amp;th=1252ab68c3abb83b&amp;amp;attid=0.1.1&amp;amp;disp=emb&amp;amp;zw" width="512" height="455" /&gt;&lt;span style="color: navy;"&gt;j&lt;/span&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span lang="EN-MY"&gt;&lt;img src="http://mail.google.com/mail/?ui=2&amp;amp;ik=8657697c81&amp;amp;view=att&amp;amp;th=1252ab68c3abb83b&amp;amp;attid=0.1.2&amp;amp;disp=emb&amp;amp;zw" width="600" height="612" /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span lang="EN-MY"&gt;&lt;img src="http://mail.google.com/mail/?ui=2&amp;amp;ik=8657697c81&amp;amp;view=att&amp;amp;th=1252ab68c3abb83b&amp;amp;attid=0.1.3&amp;amp;disp=emb&amp;amp;zw" width="600" height="436" /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;" lang="EN-MY"&gt;Sebagai Renungan:&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;" lang="EN-MY"&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan bahawa Rasululallah pernah menceritakan betapa asalnya kejadian api di dunia ini. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;" lang="FR"&gt;Setelah nabi adam dihantar ke dunia kerana kesalahanya memakan buah larangan maka Allah swt telah memerintahkan Jibril as supaya mengambil api dari neraka untuk dihantar ke dunia untuk kegunaan nabi adam as. Maka jibril as pun diperintahkan untuk meminta api tersebut daripada malaikat penjaga api neraka iaitu Zabaniah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jibril: &lt;/strong&gt;wahai zabaniah, aku diperintah untuk mengambil sedikit api neraka untuk dihantar ke dunia bagi kegunaan adam as.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Zabaniah:&lt;/strong&gt; sebanyak mana sedikit itu ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jibril: &lt;/strong&gt;sebesar kurma...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Zabaniah:&lt;/strong&gt; kalau sebesar buah kurma api neraka itu engkau bawa nescaya akan  cairlah tujuh lapis langit dan tujuh lapis bumi akibat kepanasanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jibril:&lt;/strong&gt; kalau begitu berilah aku sebesar separuh dari buah kurma...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Zabaniah:&lt;/strong&gt; kalau sebesar separuh buah kurma api neraka ini engkau letakan di dunia nescaya tidak akan turun walaupun setitik hujan dari langit dan tidak ada suatu pun tumbuhan akan tumbuh di bumi nanti..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memandangkan keadaan yang rumit ini maka jibril as pun menghadap Allah untuk mendapatkan saiz yang perlu dihantar ke dunia. Allah swt pun memerintahkan supaya jibril mengambil sebesar ZARAH sahaja dari api neraka untuk dibawa ke dunia. Maka jibril as pun mengambil api neraka sebesar zarah dari zabaniah tetapi oleh kerana kepanasan yang keterlaluan api neraka sebesar zarah itu terpaksa disejukan dengan mencelupnya sebanyak 70 kali ke dalam sungai di syurga dan sabanyak 70 buah sungai. = 70 x 70&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selepas itu jibril as pun membawa api itu turun ke dunia dan diletakan di atas sebuah bukit yg tinggi, tetapi sejurus setelah diletakan tiba-tiba bukit itu terus meleleh cair maka cepat-cepat jibril mengambil semula api tersebut dan dihantar semula ke neraka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya sisa-sisanya sajalah yang terdapat di dunia ini seperti api yang sering kita gunakan untuk berbegai keperluan dan juga api yang terdapat di gunung berapi dan lain lain lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;PENGAJARAN: &lt;/strong&gt;Bayangkanlah kepanasan api neraka yg sebesar zarah yang terpaksa disejukan dalam 70 buah sungai dengan sebanyak 70 celup setiap sungai dan hanya sisanya saja itupun manusia tidak dapat bertahan akan kepanasanya bagaimana dengan api di neraka itu sendiri. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;" lang="EN-MY"&gt;SEBESAR ZARAH SAHAJA.&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-MY"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; color: blue;" lang="SV"&gt;Rasulullah s.a.w. bersabda,&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-MY"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; color: blue;" lang="SV"&gt;maksudnya:&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-MY"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; color: blue;" lang="SV"&gt;"Sesungguhnya orang yang paling aku kasihi di sisiku ialah seorang mukmin yang keadaannya serba sederhana, &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-MY"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; color: blue;" lang="SV"&gt;tetapi rajin mengerjakan solat (wajib dan sunat), dia baik dalam beribadah kepada Tuhan dan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; color: blue;" lang="PT-BR"&gt;selalu taat kepadaNya &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-MY"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; color: blue;" lang="PT-BR"&gt;secara diam-diam"&lt;/span&gt;&lt;span lang="PT-BR"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-MY"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; color: blue;" lang="PT-BR"&gt;(Riwayat Tarmizi)&lt;/span&gt;&lt;span lang="PT-BR"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-MY"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; color: green;" lang="PT-BR"&gt;Rasulullah s.a.w. bersabda&lt;/span&gt;&lt;span lang="PT-BR"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-MY"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; color: green;" lang="PT-BR"&gt;maksudnya:&lt;/span&gt;&lt;span lang="PT-BR"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-MY"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; color: green;" lang="SV"&gt;"Sesungguhnya orang yang sangat aku kasihi dan terdekat padaku di hari kiamat ialah yang terbaik budi pekertinya. &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-MY"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; color: green;" lang="SV"&gt;Dan orang yang sangat aku benci dan terjauh daripadaku pada hari kiamat ialah orang yang banyak bercakap, &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-MY"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; color: green;" lang="SV"&gt;sombong dalam percakapannya dan berlagak menunjukkan kepandaiannya"&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-MY"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; color: green;" lang="SV"&gt;(Riwayat Tarmizi)&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-MY"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; color: blue;" lang="EN-MY"&gt;Rasulullah s.a.w. bersabda&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-MY"&gt; &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; color: blue;" lang="EN-MY"&gt;maksudnya:&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-MY"&gt; &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; color: blue;" lang="SV"&gt;"&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; color: fuchsia;" lang="SV"&gt;Barangsiapa yang bertaubat kepada Allah selagi belum&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-MY"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; color: fuchsia;" lang="SV"&gt;terbit matahari dari arah barat, maka Allah menerima taubatnya"&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-MY"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; color: fuchsia;" lang="EN-MY"&gt;(Riwayat Muslim)&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-MY"&gt; &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; color: green;" lang="SV"&gt;Rasulullah s.a.w. bersabda&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-MY"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; color: green;" lang="SV"&gt;maksudnya:&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-MY"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; color: green;" lang="SV"&gt;"Ingatlah kepada Allah dalam masa senangmu,&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-MY"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; color: green;" lang="PT-BR"&gt;nescaya Dia akan mengingatimu di masa susah"&lt;/span&gt;&lt;span lang="PT-BR"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-MY"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; color: green;" lang="EN-MY"&gt;(Al-Hadith)&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-MY"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1157511632114670481-6082641996923510015?l=ibnuyusuf-al-qadahi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnuyusuf-al-qadahi.blogspot.com/feeds/6082641996923510015/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ibnuyusuf-al-qadahi.blogspot.com/2009/12/matahari-semakin-dekat.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1157511632114670481/posts/default/6082641996923510015'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1157511632114670481/posts/default/6082641996923510015'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnuyusuf-al-qadahi.blogspot.com/2009/12/matahari-semakin-dekat.html' title='Matahari semakin dekat.'/><author><name>Moohamad Azfar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02348206276989937680</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-q60k6ok-0iI/Tq98Vf8pkeI/AAAAAAAAAqk/E6wPCS-jAfQ/s220/azfar.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1157511632114670481.post-5493271044918756370</id><published>2009-08-19T04:03:00.000-07:00</published><updated>2009-12-28T22:07:15.781-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ayuh solat.'/><title type='text'>solat</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;font-size:130%;" &gt;"Ku hadapkan wajahku ke Wajah Tuhan Pencipta langit dan bumi dengan lurus, dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang musryik".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika seorang prajurit telah berdiri dihadapan sang jendral, maka ketentuan protokoler yang harus dilakukan adalah berdiri tegap dengan sikap sempurna lalu memberikan hormat. Bukan sebaliknya, memberi hormat dulu baru kemudian dia berjalan menghadap jendralnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula seharusnya yang harus dilakukan shalat. Shalat hakikatnya adalah perjumpaan dengan Allah. Setelah berjumpa lalu apa? Disitulah peran syariat yang berfungsi mengatur tata krama dalam perjumpaan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita sering sekali sibuk mempelajari ketentuan dalam syariat tetapi lupa mempelajari bagaimana kita menghadap Nya. Kita sibuk mengamalkan bacaan dan gerakan tetapi lupa dengan mendekatkan diri kepada Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulailah shalat dengan menghadapkan diri kita kepada Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdirilah santai. Kendorkan seluruh tulang dan otot. Arahkan jiwa kita menuju kepadanya. Bukalah kesadaran, bahwa Dia sangat dekat. Tidak perlu kita mencari Nya kemana-mana. Kita hanya perlu berserah diri dan membuka hati agar Dia menyambut kehadiran kita. Tunggulah sampai terasa ada kesambungan jiwa. Biarkanlah sampai rasa itu semakin pekat dan tarikan semakin kuat. Sampai terasa Dia ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasakan lalu bertakbirlah untuk menyatakan kebesaran Nya. Al Fatihah untuk menyapa Nya. Rukuk untuk menghormati Nya. I'tidal untuk memuji Nya. Sujud untuk menyembah Nya. Duduk untuk memohon kepada Nya. Tahiyyad untuk menghormati Nya. Jika sudah selesai, sampaikan salam, tebarkanlah daya keselamatan, rahmat dan keberkahan yang telah kita terima dari Allah Swt keseluruh alam semesta.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-family:Book Antiqua;font-size:180%;color:deepskyblue;"&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;; color: deepskyblue; font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Baiki cara &lt;span class="il"&gt;solat&lt;/span&gt; khas utk perempuan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;  Baru saja lepas mendengar ceramah ustazah Hjh Siti Khadijah Din sebentar   tadi. Rasa terlalu bernilai ilmu yg dicurahkan beliau ,    rugi kalau tak dikongsi bersama. Topik adalah mengenai adab2 &lt;span class="il"&gt;solat&lt;/span&gt;. Setelah     mengikuti kuliah beliau (2 minggu sekali) selama beberapa bulan yg   lepas , baru kini timbul kesedaran   betapa &lt;span class="il"&gt;solat&lt;/span&gt; yg saya dirikan terlalu rendah kualitinya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial;"&gt;Bagaimana   bisa &lt;span class="il"&gt;solat&lt;/span&gt; berkenaan diterima Allah...umur dah lanjut macam ni pun &lt;span class="il"&gt;solat&lt;/span&gt;   masih di peringkat mediocre , itu   pun kalau boleh di kategorikan begitu. Secara ringkasnya  , sebelum memulakan &lt;span class="il"&gt;solat&lt;/span&gt; ,    penceramah mencadangkan kita mengambil 2 minit untuk "menyediakan   diri" sblm menghadap Yg Esa.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;  2 perkara yg elok dilakukan sebelum berniat utk &lt;span class="il"&gt;solat&lt;/span&gt;...sewaktu kita berdiri   tegak sblm lafaz niat :&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;  1. Minit pertama - Membangkitkan rasa KEHAMBAAN dlm diri kita.     Kenangkan kembali dosa2 kita ,    betapa kerdil dan hinanya kita ,    seolah2 tak layak utk diberi peluang menghadap yg Esa. Pendek kata  , kutuk diri sendiri dan menyesallah.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;  2. Minit kedua - Membangkitkan rasa BERTUHAN. Betapa kita diciptakan oleh yg   Esa utk beribadat kepadaNya. Kenangkan betapa bersyukurnya kita d ijadikan   sbg seorg Islam , mempunyai Tuhan   yg begitu menyayangi hamba2nya yg hina ini lebih daripada seorg ibu   menyayangi anaknya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;  Setelah dilakukan kedua2 perkara ni ,    barulah kita niat &lt;span class="il"&gt;solat&lt;/span&gt; dan mengangkat takbir. Berniatlah dlm keadaan berdiri   tegak , bukan   sambil   membetul2kan kain sembahyang ,    telekung dan sebagainya. Fokus. Setelah bertakbir ,    penceramah menunjukkan pula cara2 &lt;span class="il"&gt;solat&lt;/span&gt; yg betul ,    penuh adab dan sopan , sesuai dgn   keperibadian kita sbg wanita dan selayak2nya adab utk menghadap Tuhan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;  1) Mengangkat takbir - ada 3 cara mengangkat takbir : i. Dgn meletakkan   kedua2 ibu jari di bawah cuping telinga ii. Dgn meletakkan kedua2 jari   telunjuk di bawah cuping telinga iii. Mengangkat kedua2 tgn sehingga ke paras   dada (bukan telinga).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;  Perlu diingatkan , kedua2 lengan   hendaklah dirapatkan ke badan. Menurut penceramah ,    syaitan2 yg berupa kambing hitam gemar bergayut2   dicelah lengan(bawah   ketiak) utk mengganggu &lt;span class="il"&gt;solat&lt;/span&gt; kita ,    oleh itu sekiranya kedua2 lengan dirapatkan ,    tiada ruang utk mereka.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;  2) Qiyyam - cara qiyyam yg betul ialah memposisikan tgn kiri ke atas sikit   dari pusat (bukan menutup pusat) sambil ibu jari dihalakan ke atas  , seolah2 menyentuh ulu hati. Tangan kanan   diletakkan di atas tgn kiri agak2 selesa. Pastikan kedua2 lengan adalah rapat   mendekati badan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;  3) Rukuk - peralihan dari posisi qiyyam kepada rukuk dilakukan dgn   penuh   tertib dan sopan. Kedua2 tgn melurut peha dgn perlahan dan berhenti di atas   lutut. Pastikan badan kita di dlm posisi sudut tepat (90 darjah). Siku juga   dirapatkan ke badan dan sudut tepat.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;  4) 'Iktidal - tegakkan badan semasa membaca "Sami Allahuliman   hamidah..." dan mengangkat tgn posisi takbir ketika membaca   "rabbanaa lakal hamdu"&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;  5) Sujud - sujud dari segi istilah ialah "penyerahan diri yg   tertinggi". Tertib sujud ialah dgn meletakkan kedua2 lutut ke lantai  , baru diikuti tapak tgn dan seterusnya dahi.   Kedua2 tgn dirapatkan di bhgn bawah sedikit dari ibu jari  , di mana ada sedikit terbuka di antara kedua2 tgn   dan di situlah dahi diletakkan. Jgn sujud terlalu jauh ke&lt;br /&gt;  hadapan kerana dikhuatiri akan melebihi lebih dari anggota sujud yg 7 iaitu   dahi , kedua tapak tangan  , kedua lutut and kedua belah kaki (setakat jari   shj).Ibu jari kaki dilentur sedikit agar menghala ke kiblat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;    &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;br /&gt;  6) Duduk antara 2 sujud - ada 2 cara : i. Papan punggung diletakkan diatas   kedua2 kaki ii. Papan punggung lebih diberatkan atas kaki kiri dan kaki kanan   dilentur agar ibu jari menghadap kiblat.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;  7) Bangun selepas sujud - duduk sebentar sebelum bangun ,    bukan dlm keadaan bangun menungging. Sekiranya menghadapi kesulitan utk     bangun , gunalah tgn kanan   utk membantu kita bangun atau kedua2 tgn.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;  8) Tahiyyat - mengangkat telunjuk pada ketika menyebut   "....illallahh..." ( "laa ilaa ha ILLALLAH") Jari   telunjuk itu jangan diturunkan sehingga memberi salam.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;  9) Salam - tidak perlu ditundukkan muka sebelum memberi salam. Menoleh sejauh   mungkin sehingga 180 darjah ke belakang kerana malaikat   ramai di   sekeliling kita. Begitu juga ketika menoleh ke kiri. Tidak salah jika bahu   dialihkan sedikit bagi membolehkan kita menoleh sehingga 180 darjah.Semasa   menoleh ke kanan , alihkan sedikit   bahu kiri dan   sebaliknya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;  10) Berdoa sesudah &lt;span class="il"&gt;solat&lt;/span&gt; - seelok2 duduk ialah dgn melapikkan papan punggung   dgn kedua2 kaki. Tgn diangkat separas dada dan berdoalah dlm keadaan tunduk   sedikit kerana sekiranya kita berdoa dgn tgn yg tinggi dan mendongak ke   langit , itu melambangkan sifat   bongkak. Ingatlah , kita sedang   menghadap yg Esa.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;  Seterusnya sebelum selesai ceramah ,    ustazah sempat mengingatkan para hadirin bahawa kain yg digunakan ukt &lt;span class="il"&gt;solat&lt;/span&gt;   juga perlu menepati ciri2 yg tertentu. Antaranya:&lt;b&gt;&lt;span style="color:purple;"&gt;&lt;span style="color: purple; font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;  1) Tidak jarang. Rata2 kain telekung masa kini adalah jarang. Sekiranya kita   memakai kain yg jarang dan dapat dilihat tengkuk dan warna kulit  , maka &lt;span class="il"&gt;solat&lt;/span&gt; kita tidak sah. Seelok2nya carilah   kain telekung yg tidak jarang (antara caranya ialah dgn menggunakan 2 lapis   kain).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;  Ataupun , pakailah anak telekung   atau tudung labuh di dlm dan pastikan sewaktu di rumah ,    apabila kita &lt;span class="il"&gt;solat&lt;/span&gt; cuma dgn berbaju sleeveless di dlm telekung  , pastikan bahu dan tgn tidak kelihatan warna   kulit jika diamati dari luar telekung.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;  2) Kadang2 sewaktu musafir , ada   muslimah yg malas membawa kain &lt;span class="il"&gt;solat&lt;/span&gt; ,    sekadar membawa telekung shj (tak payah org lain ,    saya pun begini). Apabila tiba waktu &lt;span class="il"&gt;solat&lt;/span&gt; ,    cuma kain di badan shj digunakan dan bagi menutupi kaki ,    kita memakai stokin. Cara ini memang tidak salah ,    tapi pastikan stokin yg dipakai tidak jarang. Ingatlah sewaktu kita sujud  , kain stokin itu akan menegang (stretch) dan   manalah tahu , terdedah aurat kita   ketika itu lalu tidak sahlah &lt;span class="il"&gt;solat&lt;/span&gt;. Sebaik2nya pakai stokin yg&lt;br /&gt;  tebal (ustazah mencadangkan stokin yg lazim dipakai ketika bersukan) ataupun   jika tiada , pakai 2 lapis.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;   &lt;/p&gt;    &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;br /&gt;  3) &lt;b&gt;&lt;span style="color:purple;"&gt;&lt;span style="color: purple; font-weight: bold;"&gt;Adakain   telekung yg indah bersulam dan berkerawang.  Ada yg berlubang2 sehingga di belakang   telekung. Adakalanya , bagi mereka   yg rambut&lt;br /&gt;  pjg , jika tidak ditutup betul2 dgn   serkup/anak telekung , rambut2 ini akan   terkeluar2 di celah2 kerawang telekung. Oleh itu ,    berhati2lah. Sama2lah&lt;br /&gt;  kita berusaha memperbaiki &lt;span class="il"&gt;solat&lt;/span&gt; kita kerana ia adalah tiang agama.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;  Pertama sekali yg akan dihisab di akhirat kelak ialah &lt;span class="il"&gt;solat&lt;/span&gt; kita. &lt;span class="il"&gt;Solat&lt;/span&gt; yg   baik akan melahirkan peribadi yg baik. Saya akui ,    terasa agak berat. Pengalaman saya ,    oleh kerana telekung saya agak jarang ,    saya kini memakai tudung labuh di dlm telekung setiap kali &lt;span class="il"&gt;solat&lt;/span&gt; sambil   berazam utk membeli telekung yg lebih baik kualitinya. Walaupun kadang2   terasa panas ketika &lt;span class="il"&gt;solat&lt;/span&gt; saya gagahkan juga. Yg penting  , saya mencuba seboleh2nya untuk mendapatkan &lt;span class="il"&gt;solat&lt;/span&gt;   yg diterima Allah , walaupun dari&lt;br /&gt;  segi khusyuk &lt;span class="il"&gt;solat&lt;/span&gt; , saya masih   merangkak. Yg penting , kita kena   ingat , inilah sebahagian   persediaan kita utk akhirat , jadi   biarlah berbaloi. Jgn pula nanti kita dihisab pula kerana &lt;span class="il"&gt;solat&lt;/span&gt; yg tak   sempurna. Biar susah sekarang , jgn   susah di alam baqa'.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;  Sekian saja yg dapat saya kongsi bersama. Sekira2 ada salah dan silap  , harap dimaafkan. Segala yg baik itu dtg dari   Allah s.w.t. dan yg buruk itu dari saya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;  Wassalamu.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;  ** Dari Abdullah bin 'Amr r.a. ,    Rasulullah S.A.W. bersabda ,    Sampaikanlah pesanku biarpun satu ayat.. **&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;font-size:130%;" &gt;Hayya alash sholaa&lt;br /&gt;Hayya alal falaa&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1157511632114670481-5493271044918756370?l=ibnuyusuf-al-qadahi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnuyusuf-al-qadahi.blogspot.com/feeds/5493271044918756370/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ibnuyusuf-al-qadahi.blogspot.com/2009/08/solat.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1157511632114670481/posts/default/5493271044918756370'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1157511632114670481/posts/default/5493271044918756370'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnuyusuf-al-qadahi.blogspot.com/2009/08/solat.html' title='solat'/><author><name>Moohamad Azfar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02348206276989937680</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-q60k6ok-0iI/Tq98Vf8pkeI/AAAAAAAAAqk/E6wPCS-jAfQ/s220/azfar.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1157511632114670481.post-1852856453433972611</id><published>2009-06-30T02:01:00.000-07:00</published><updated>2009-06-30T02:04:04.470-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kekal di akhirat'/><title type='text'>Kehidupan akhirat yang kekal!</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:130%;"&gt;Hidup di dunia adalah tumpangan sementara waktu  saja. Lepas itu kita akan menginap di satu tempat yang kekal di akhirat iaitu syurga atau neraka.  &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:130%;"&gt;Di dunia, kita ditugaskan mencari seberapa banyak bekal untuk dibawa ke akhirat. Dunia bukan tempat bersenang-lenang. Kesenangan di dunia sementara dan bersifat palsu. Begitu juga dengan kesusahan di dunia -  sementara dan palsu.  &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:130%;"&gt;Perlulah kita fahami bahawa kesenangan di dunia bukan betul-betul senang kerana kemungkinan sekali ia menjadi bala, sementara kesusahannya pula mungkin menjadi satu rahmat dan kenikmatan pula. Dunia adalah tempat kita ditipu dan menipukan.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:130%;"&gt;Akhirat sahaja tempat yang kekal di mana kesenangannya adalah mutlak 100% dan kesusahannya juga 100%.  Menyedari hakikat ini, perlulah kita menyediakan perbekalan untuk satu perjalanan yang sangat jauh. Kekurangan bekalan akan amat menyulitkan perjalanan kita.  &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:130%;"&gt;Dalam menjalani kehidupan seharian, kita sering lupa akan matlamat kehidupan kita yang sebenarnya. Lantaran itu Allah seringkali memberi peringatan (notis) supaya kita tidak lupa akan matlamat penghijrahan kita ke alam Baqa'. Notis demi notis dikenakan ke atas diri kita, tetapi kita tidak faham-faham atau tidak erti bahasa dan gembira malah semakin besar tawanya. Kalau TEN memberi notis pemotongan elektrik, kita menjadi kelam-kabut, tetapi bila Allah menghantar notis, kita buat acuh-tak-acuh saja. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:130%;"&gt;Nabi Musa pernah memberitahu Malaikat supaya segera memberitaunya sebelum mencabut nyawanya. Tetapi tatkala akan diambil nyawanya, Nabi Musa bertanya kenapa Malaikat itu tidak memberitaunya lebih awal. Malaikat segera menjawab, Allah telah banyak kali menghantar peringatan demi peringatan. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:130%;"&gt;Di antara peringatan (notis) yang dihantar oleh Allah ialah semasa pertukaran rambut hitam menjadi putih, gigi menjadi rongak, mata bertambah kabur, pendengaran bertambah kurang, badan segar menjadi layu, kuat menjadi lemah, muda menjadi tua, kulit semakin kendur dan sebagainya. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:130%;"&gt;Ada 3 kategori manusia dalam menghadapi kematian: &lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:130%;"&gt;Pertama : Bila teringat akan mati, terasa lapang hatinya. Hatinya menjadi suka. Kelompok manusia dalam kategori ini ialah mereka yang benar-benar berilmu dan telah penuh keimanannya terhadap Allah dan hari akhirat. Mereka telah mencapai makrifat terhadap Allah. Ini ialah maqam tertinggi yang dimiliki oleh para wali. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:130%;"&gt;Kedua: Apabila teringat mati, hatinya menjadi takut, kecut dan gementar. Mereka ialah orang-orang kafir yang tidak sanggup berjumpa dengan Allah. Mereka seumpama binatang-binatang liar kepunyaan seseorang. Apabila tuannya hendak mengambilnya, dia cuba melarikan diri tetapi dapat ditangkap secara paksaan. Kematian mereka amat menghinakan. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:130%;"&gt;Ketiga: Golongan ini merasa dukacita dan takut terhadap kematian. Tetapi apabila telah mengalami mati, dia berasa sukacita. Malahan jika diberi pilihan, mereka tidak akan mahu kembali ke dunia semula. Mereka telah dapat mengecapi dan menikmati alam yang lebih kekal dan lebih baik daripada alam fana yang penuh dengan kesusahan dan kesengsaraan. Golongan ini ibarat seorang bayi yang baru lahir dari perut ibunya. Semasa akan keluar, bayi akan menangis kerana menyangka hidup di dalam perut ibunya lebih baik dan nyaman daripada alam dunia. Tetapi apabila telah lahir di dunia ini, dia tidak akan mahu kembali ke dalam perut ibunya meskipun diberi pilihan. Manusia yang termasuk dalam golongan ini ialah orang-orang beriman yang belum mencapai taraf tinggi atau orang mukmin biasa. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:130%;"&gt;Marilah kita berlumba-lumba mencari bekalan untuk akhirat. Janganlah kita asyik berlumba-lumba mencari bekalan dunia sehingga terlupa pertemuan kita dengan Allah. Kematian hanya penghijrahan atau perpindahan alam; berpindah dari negeri binasa ke negeri yang kekal abadi. Allah telah menghantar banyak notis kepada kita dan jadikanlah ia sebagai cemeti untuk menyedarkan diri tentang kematian yang sudah tentu akan menemui kita.  Wallahu 'Alam. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1157511632114670481-1852856453433972611?l=ibnuyusuf-al-qadahi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnuyusuf-al-qadahi.blogspot.com/feeds/1852856453433972611/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ibnuyusuf-al-qadahi.blogspot.com/2009/06/kehidupan-akhirat-yang-kekal.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1157511632114670481/posts/default/1852856453433972611'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1157511632114670481/posts/default/1852856453433972611'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnuyusuf-al-qadahi.blogspot.com/2009/06/kehidupan-akhirat-yang-kekal.html' title='Kehidupan akhirat yang kekal!'/><author><name>Moohamad Azfar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02348206276989937680</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-q60k6ok-0iI/Tq98Vf8pkeI/AAAAAAAAAqk/E6wPCS-jAfQ/s220/azfar.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1157511632114670481.post-736249017943742739</id><published>2009-06-18T20:35:00.000-07:00</published><updated>2009-12-28T22:14:15.417-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah dikubur'/><title type='text'>Kisah didalam kubur</title><content type='html'>&lt;h3 class="post-title entry-title"&gt; &lt;/h3&gt;  &lt;div style="font-weight: bold;" class="post-body entry-content"&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;a target="_blank" href="http://www.musikfriendster.com/3gp-video.php?name=Selimut_Putih_-_Nada_Murni&amp;amp;src=3gp&amp;amp;id=g-X8hNBkMKc" title="click to download Video 3GP for mobile phones 3G : Selimut Putih - Nada Murni.3gp"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;RASULULLAH S.A.W&lt;/span&gt; bersabda: "Apabila si mati dikuburkan….., datanglah kepadanya dua Malaikat hitam legam, lagi biru (matanya), salah satu di antaranya disebut dengan nama "Munkar" dan yang satu lagi disebut dengan nama "Nakir".&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Lalu keduanya mendudukan si mati itu setelah dikembalikan rohnya ke dalam jasadnya) kemudian mereka menyoalnya:"Apa yang pernah engkau katakan mengenai orang ini (Muhammad s.a.w)?" (dan pada satu riwayat oleh Abu Daud: Mereka bertanya kepadanya: "Apa yang engkau pernah sembah?"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Maka kalau Allah memberi hidayah pertunjuk kepadanya, ia akan menjawab dengan berkata: "Aku menyembah Allah!" Kemudian ia ditanya lagi: "Apa yang engkau pernah katakan mengenai orang ini (Muhammad s.a.w)?" (Dan pada satu riwayat yang lain, oleh Abu Daud juga: Mereka menyoalnya dengan berkata: "Siapa Tuhanmu?."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Ia menjawab: "Tuhanku ialah Allah!" Mereka bertanya lagi: "Apa agama mu?" Ia menjawab: "Agamaku ialah Islam!" Mereka bertanya lagi: "Siapa dia orang yang telah diutuskan dalam kalangan kamu)?" Maka kalau si mati seorang yang beriman, ia akan menjawab dengan berkata: "Orang itu (Muhammad s.a.w) ialah hamba Allah dan RasulNya, aku mengetahui serta meyakini bahawa sesungguhnya tiada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah dan bahawa sesungguhnya Muhammad itu ialah hamba Allah dan RasulNya!"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Mereka berkata kepadanya: "Kami sedia mengetahui bahawa engkau mengakui yang demikian"; (Dan pada satu riwayat oleh Abu Daud bahawa Baginda s.a.w bersabda: "Lalu diseru oleh penyeru dari langit katanya: "Sungguh benar hamba-Ku, maka bentangkanlah kepadanya satu hamparan dari Syurga, dan pakaikanlah dia pakaian dari Syurga, serta bukakanlah baginya sebuah pintu ke Syurga". "Rasulullah s.a.w bersabda lagi: "Lalu datang kepadanya sebahagian dari bau Syurga dan keharumannya ); kemudian dilapangkan kuburnya seluas tujuh puluh hasta persegi, dan diberikan cahaya yang menerangi kuburnya; kemudian dikatakan kepadanya: "Tidurlah!" Lalu ia berkata: "Bolehkah aku balik kepada keluargaku supaya dapat aku ceritakan kebaikan halku?" Dua Malaikat itu berkata kepadanya: "Tidurlah seperti tidurnya pengantin yang tidak dibangkitkan dari tidurnya melainkan sekasih-kasih ahlinya; Demikianlah halnya sehingga ia dibangkitkan Allah dari tempat baringnya itu. Jika si mati itu seoarang munafik, ia menjawab pertanyaan Malaikat itu dengan katanya: "Aku dengar orang berkata demikian, maka aku pun turut berkata sama; aku tidak tahu benarkah atau tidak". Lalu dua Malaikat itu berkata: "Memang kami tahu engkau berkata demikian"; (dan menurut satu riwayat oleh Abu Daud: "Lalu diseru oleh penyeru dari langit katanya: "Sesungguhnya orang itu berdusta maka bentangkanlah kepadanya satu hamparan dari Neraka, dan pakaikanlah dia dari Neraka, serta bukakanlah baginya sebuah pintu ke Neraka". Rasulullah s.a.w. bersabda lagi: "Lalu datang kepadanya sebahagian dari bahang Neraka dan udara panasnya) kemudian diperintahkan bumi supaya mengapitnya lalu bumi mengapitnya sehingga berselisih tulang-tulang rusuknya, maka tinggallah ia dalam azab itu terus menerus ke masa Allah bangkitkan dia dari kuburnya."(Abu Hurairah r.a) Huraian&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Rasulullah s.a.w bersabda: "Apabila si mati dikuburkan….., datanglah kepadanya dua Malaikat hitam legam, lagi biru (matanya), salah satu di antaranya disebut dengan nama "Munkar" dan yang satulagi disebut dengan nama "Nakir", (lalu keduanya mendudukan si mati itu setelah dikembalikan rohnya ke dalam jasadnya) kemudian mereka menyoalnya:"Apa yang pernah engkau katakan mengenai orang ini (Muhammad s.a.w)?" (dan pada satu riwayat oleh Abu Daud: Mereka bertanya kepadanya: "Apa yang engkau pernah sembah?" Maka kalau Allah memberi hidayah pertunjuk kepadanya, ia akan menjawab dengan berkata: "Aku menyembah Allah!"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Kemudian ia ditanya lagi: "Apa yang engkau pernah katakan mengenai orang ini (Muhammad s.a.w)?" (Dan pada satu riwayat yang lain, oleh Abu Daud juga: Mereka menyoalnya dengan berkata: "Siapa Tuhanmu?" Ia menjawab: "Tuhanku ialah Allah!" Mereka bertanya lagi: "Apa agama mu?" Ia menjawab: "Agamaku ialah Islam!" Mereka bertanya lagi: "Siapa dia orang yang telah diutuskan dalam kalangan kamu)?"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Maka kalau si mati seorang yang beriman, ia akan menjawab dengan berkata: "Orang itu (Muhammad s.a.w) ialah hamba Allah dan RasulNya, aku mengetahui serta meyakini bahawa sesungguhnya tiada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah dan bahawa sesungguhnya Muhammad itu ialah hamba Allah dan RasulNya!" Mereka berkata kepadanya: "Kami sedia mengetahui bahawa engkau mengakui yang demikian"; Dan pada satu riwayat oleh Abu Daud bahawa Baginda s.a.w bersabda: "Lalu diseru oleh penyeru dari langit katanya: "Sungguh benar hamba-Ku, maka bentangkanlah kepadanya satu hamparan dari Syurga, dan pakaikanlah dia pakaian dari Syurga, serta bukakanlah baginya sebuah pintu ke Syurga".&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;"Rasulullah s.a.w bersabda lagi: "Lalu datang kepadanya sebahagian dari bau Syurga dan keharumannya ); kemudian dilapangkan kuburnya seluas tujuh puluh hasta persegi, dan diberikan cahaya yang menerangi kuburnya; kemudian dikatakan kepadanya: "Tidurlah!" Lalu ia berkata: "Bolehkah aku balik kepada keluargaku supaya dapat aku ceritakan kebaikan halku?" Dua Malaikat itu berkata kepadanya: "Tidurlah seperti tidurnya pengantin yang tidak dibangkitkan dari tidurnya melainkan sekasih-kasih ahlinya; Demikianlah halnya sehingga ia dibangkitkan Allah dari tempat baringnya itu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Jika si mati itu seoarang munafik, ia menjawab pertanyaan Malaikat itu dengan katanya: "Aku dengar orang berkata demikian, maka aku pun turut berkata sama; aku tidak tahu benarkah atau tidak".&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Lalu dua Malaikat itu berkata: "Memang kami tahu engkau berkata demikian"; (dan menurut satu riwayat oleh Abu Daud: "Lalu diseru oleh penyeru dari langit katanya: "Sesungguhnya orang itu berdusta maka bentangkanlah kepadanya satu hamparan dari Neraka, dan pakaikanlah dia dari Neraka, serta bukakanlah baginya sebuah pintu ke Neraka".&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Rasulullah s.a.w. bersabda lagi: "Lalu datang kepadanya sebahagian dari bahang Neraka dan udara panasnya) kemudian diperintahkan bumi supaya mengapitnya lalu bumi mengapitnya sehingga berselisih tulang-tulang rusuknya, maka tinggallah ia dalam azab itu terus menerus ke masa Allah bangkitkan dia dari kuburnya."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1157511632114670481-736249017943742739?l=ibnuyusuf-al-qadahi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnuyusuf-al-qadahi.blogspot.com/feeds/736249017943742739/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ibnuyusuf-al-qadahi.blogspot.com/2009/06/kisah-didalam-kubur.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1157511632114670481/posts/default/736249017943742739'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1157511632114670481/posts/default/736249017943742739'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnuyusuf-al-qadahi.blogspot.com/2009/06/kisah-didalam-kubur.html' title='Kisah didalam kubur'/><author><name>Moohamad Azfar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02348206276989937680</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-q60k6ok-0iI/Tq98Vf8pkeI/AAAAAAAAAqk/E6wPCS-jAfQ/s220/azfar.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1157511632114670481.post-7484316318361014041</id><published>2009-06-18T18:23:00.000-07:00</published><updated>2009-06-18T22:08:18.304-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah Teladan'/><title type='text'>Wajah mayat berubah menjadi himar.</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;"&gt;"Dalam terik panas mentari yang memancar menyinari tanah Baitul Haram,      seorang ulama zuhud yang bernama Muhammad Abdullah al-Mubarak keluar dari      rumahnya untuk menunaikan ibadah haji. Di sana dia leka melihat seorang      pemuda yang asyik membaca selawat dalam keadaan ihram. Malah di Padang      Arafah dan di Mina pemuda tersebut hanya membasahkan lidahnya dengan selawat      ke atas Nabi. "Hai saudara," tegur Abdullah kepada pemuda tersebut. "Setiap      tempat ada bacaannya tersendiri. Kenapa saudara tidak membanyakkan doa dan      solat sedangkan itu yang lebih dituntut? Saya lihat saudara asyik membaca      selawat saja."&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;   "Saya ada alasan tersendiri," jawab pemuda itu. "Saya meninggalkan Khurasan,      tanahair saya untuk menunaikan haji bersama ayah saya. Apabila kami sampai      di Kufah, tiba-tiba ayah saya sakit kuat. Dia telah menghembuskan nafas      terakhir di hadapan saya sendiri. Dengan kain sarung yang ada, saya tutup      mukanya. Malangnya, apabila saya membuka semula kain tersebut, rupa ayah      saya telah bertukar menjadi himar. Saya malu. Bagaimana saya mahu      memberitahu orang tentang kematian ayah saya sedangkan wajahnya begitu hodoh      sekali?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;   "Saya terduduk di sisi mayat ayah saya dalam keadaan kebingungan. Akhirnya      saya tertidur dan bermimpi. Dalam mimpi itu saya melihat seorang pemuda yang      tampan dan baik akhlaknya. Pemuda itu memakai tutup muka. Dia lantas membuka      penutup mukanya apabila melihat saya dan berkata, "Mengapa kamu susah hati      dengan apa yang telah berlaku?" "Maka saya menjawab, "Bagaimana saya tidak      susah hati sedangkan dialah orang yang paling saya sayangi?"&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;   "Pemuda itu pun mendekati ayah saya dan mengusap wajahnya sehingga ayah saya      berubah wajahnya menjadi seperti sediakala. Saya segera mendekati ayah dan      melihat ada cahaya dari wajahnya seperti bulan yang baru terbit pada malam      bulan purnama. "Engkau siapa?" tanya saya kepada pemuda yang baik hati itu.      "Saya yang terpilih (Muhammad)." "Saya lantas memegang jarinya dan berkata,      "Wahai tuan, beritahulah saya, mengapa peristiwa ini boleh terjadi?"&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;   "Sebenarnya ayahmu seorang pemakan harta riba. Allah telah menetapkan agar      orang yang memakan harta riba akan ditukar wajahnya menjadi himar di dunia      dan di akhirat. Allah telah menjatuhkan hukuman itu di dunia dan tidak di      akhirat. "Semasa hayatnya juga ayahmu seorang yang istiqamah mengamalkan      selawat sebanyak seratus kali sebelum tidur. Maka ketika semua amalan umatku      ditontonkan, malaikat telah memberi tahu keadaan ayahmu kepadaku. Aku telah      memohon kepada Allah agar Dia mengizinkan aku memberi syafaat kepada ayahmu.      Dan inilah aku datang untuk memulihkan semula keadaan ayahmu."" &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1157511632114670481-7484316318361014041?l=ibnuyusuf-al-qadahi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnuyusuf-al-qadahi.blogspot.com/feeds/7484316318361014041/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ibnuyusuf-al-qadahi.blogspot.com/2009/06/wajah-mayat-berubah-menjadi-himar.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1157511632114670481/posts/default/7484316318361014041'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1157511632114670481/posts/default/7484316318361014041'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnuyusuf-al-qadahi.blogspot.com/2009/06/wajah-mayat-berubah-menjadi-himar.html' title='Wajah mayat berubah menjadi himar.'/><author><name>Moohamad Azfar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02348206276989937680</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-q60k6ok-0iI/Tq98Vf8pkeI/AAAAAAAAAqk/E6wPCS-jAfQ/s220/azfar.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1157511632114670481.post-6850036044359486364</id><published>2009-06-14T21:49:00.000-07:00</published><updated>2009-06-15T18:08:36.539-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejarah 4 Imam'/><title type='text'>Kisah 4 imam yang terkenal.</title><content type='html'>&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CADMINI%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="country-region"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="City"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="place"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id="ieooui"&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} p 	{mso-margin-top-alt:auto; 	margin-right:0cm; 	mso-margin-bottom-alt:auto; 	margin-left:0cm; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} span.kandungan 	{mso-style-name:kandungan;} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);font-size:180%;" &gt;Imam Ahmad Bin Hambal Dicambuk Dan Dipenjarakan&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="color:white;"&gt;...&lt;/span&gt;&lt;span class="kandungan"&gt; Imam &lt;span style="color:black;"&gt;A&lt;/span&gt;hmad bin Muhammad bin Hambal. Beliau adalah Imam yang keempat dari fuqahak Islam. Beliau memiliki sifat-sifat yang luhur dan tinggi. Ahmad bin Hambal dilahirkan di &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Baghdad&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; pada bulan Rabiul Awal tahun 164H. Beliau termasyhur dengan nama datuknya Hambal, kerana datuknya lebih masyhur dari ayahnya.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;    Ibnu Hambal hidup dalam keadaan miskin, kerana ayahnya hanya meninggalkan sebuah rumah kecil dan tanah yang sempit. Beliau terpaksa melakukan berbagai pekerjaan. Beliau pernah bekerja di tempat tukang jahit, mengambil upah menulis, menenun kain dan kadangkala mengambil upah mengangkat barang-barang orang. Beliau lebih mementingkan makanan yang halal lagi baik dan beliau tidak senang menerima hadiah-hadiah. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;    Ketika ia masih berumur 14 tahun, Ahmad bin Hambal telah belajar mengarang dan menghafal Al-Quran. Beliau bekerja keras dalam menuntut ilmu pengetahuan. Sebagai seorang ulama yang sangat banyak ilmunya, Ibnu Hambal pun seorang yang teguh imannya, berani berbuat di atas kebenaran. Dia tidak takut bahaya apa pun terhadap dirinya di dalam menegakkan kebenaran itu. Kerana Allah memang telah menentukan bahawa setiap orang yang beriman itu pasti akan diuji keimanannya. Termasuk juga para nabi dan rasul yang tidak pernah lepas dari berbagai ujian dan cubaan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;    Ujian dan cubaan berupa fitnah, kemiskinan, seksaan dan lain-lainnya itu selalu akan mendampingi orang-orang yang beriman apalagi orang yang menegakkan kebenaran. Demikian juga halnya dengan Imam Hambali, terlalu banyak bahaya yang dihadapinya dalam berjuang menegakkan kebenaran agama. Ujian itu datangnya bermacam-macam kadangkala dari musuh kita dan dapat juga timbul dari kawan-kawan yang merasa iri dengan kebolehan seseorang. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;    Imam Hambali berada di zaman kekuasaan kaum Muktazilah yang berpendapat bahawa Quran itu adalah makhluk. Pendirian ini begitu kuatnya di kalangan pemerintah, sehingga barangsiapa yang bertentangan pendirian dengan pihak pemerintah tentu akan mendapat seksaan. Sebelum Al-Makmun ini, yakni di zaman sultan Harun Al-Rasyid, ada seorang ulama bernama Basyar Al-Marisy berpendapat bahawa Quran itu adalah makhluk. Baginda Harun Al-Rasyid tidak mahu menerima pendapat tersebut. Bahkan terhadap orang yang berpendapat demikian akan diberi hukuman. Kerana ancaman itu akhirnya Basyar melarikan diri dari &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Baghdad&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Sultan Harun Al-Rasyid pernah berkata: “Kalau umurku panjang dan masih dapat berjumpa dengan Basyar nescaya akan kubunuh dia dengan cara yang belum pernah aku lakukan terhadap yang lain?” Selama 20 tahun lamanya Syekh Basyar menyembunyikan diri dari kekuasaan Sultan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;    Tetapi setelah Sultan Harun Al-Rasyid meninggal dunia, kemudian diganti dengan puteranya Al-Amin barulah Syekh Basyar keluar dari persembunyiannya. Kembali ia mengeluarkan pendapatnya itu, bahawa Quran itu adalah makhluk. Al-Amin juga sependirian dengan ayahnya tidak setuju dengan pendapat tersebut. Ia mengancam berat terhadap orang yang mengatakan Quran itu makhluk. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;    Kemudian kepala negara pindah lagi ke tangan saudara Al-Amin iaitu Al-Makmun. Di zaman pemerintahan Al-Makmun inilah pendapat tentang Quran itu makhluk mula diterima. Al-Makmun sendiri telah terpengaruh dan ikut berpendapat demikian. Pada suatu kali oleh Al-Makmun diadakan pertemuan para ulama besar, untuk membincangkan hal itu, tetapi para ulama tetap berpendapat bahawa Al-Quran itu adalah makhluk. Al-Makmun mengharapkan supaya pendapat itu diterima orang ramai. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;    Pada masa itu satu-satunya ulama yang keras berpendirian bahawa “Al-Quran itu bukan makhluk?” Hanyalah Imam Hambali. Secara terus terang ia berkata di hadapan Sultan:“Bahawa Al-Quran bukanlah makhluk yang dijadikan Allah, tetapi ia adalah Kalamullah.” &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;    Imam Hambali satu-satunya ulama ketika itu yang berani membantah, sedangkan yang lainnya diam seribu bahasa. Kemudian ia ditangkap dan dihadapkan ke hadapan baginda. Ia dipanggil bersama tiga orang ulama yang lainnya, iaitu Imam Hassan bin Muhammad Sajah, Imam Muhammad bin Nuh dan Imam Ubaidah bin Umar. Kedua ulama di antara mereka sama menjawab dan membenarkan pendapat baginda sementara Imam Hambali dan Imam Muhammad bin Nuh dengan tegas menjawab bahawa Quran itu bukanlah makhluk. Keduanya lalu dimasukkan ke dalam penjara. Setelah beberapa hari dalam penjara datang &lt;st1:city st="on"&gt;surat&lt;/st1:city&gt; dari Tharsus yang meminta supaya keduanya dibawa ke &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;sana&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; dengan dirantai. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;    Kedua ulama tersebut betul-betul dirantai kedua kaki dan tangannya dan ditunjukkan di hadapan orang ramai. Kemudian dibawa ke Tharsus, sesampainya di &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;sana&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; keduanya dimasukkan ke dalam penjara. Kerajaan mempunyai seorang ulama besar bernama Ahmad bin Abi Daud, yang pandai berbicara namun lemah dalam pendirian. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;    Terhadap Imam Hambali mereka minta supaya dihukum dengan hukuman yang seberat-beratnya. Baginda raja menerima usulan tersebut. Lalu Imam Hambali dihadapkan depan raja dan ditanyakan tentang pendiriannya. Namun ia tetap menyampaikan pendiriannya bahawa Al-Quran itu ialah Kalamullah bukan makhluk. Dan ia menegaskan lagi bahawa ia tidak akan berubah dari pendiriannya itu. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;    Akhirnya terjadilah persidangan yang dipimpin oleh baginda sendiri. Kemudian baginda memanggil Imam Hambali dan berkata: “Atas nama saya sebagai kerabat Nabi Muhammad SAW saya akan memukul engkau beberapa kali, sampai engkau membenarkan apa yang telah saya benarkan, atau mengatakan seperti yang saya kata?” Kerana Imam Hambali masih tetap dengan pendiriannya, maka baginda memerintahkan kepada perajuritnya untuk memukul Imam Hambali. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;    Ketika cambuk yang pertama singgah di punggung beliau, beliau mengucapkan “Bismillah.” Ketika cambuk yang kedua, beliau mengucapkan “La &lt;u&gt;h&lt;/u&gt;aula walaa quwwata illaa billah” (tiada daya dan kekuatan apa pun kecuali izin Allah). Ketika cambuk yang ketiga kalinya beliau mengucapkan “Al-Quran kalaamullahi ghairu makhluk” (Al-Quran adalah kalam Allah bukan makhluk). Dan ketika pada pukulan yang keempat, beliau membaca surah At-Taubah ayat 51. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;“Katakanlah: Sekali-kali tidak akan menimpa kami melainkan apa yang ditetapkan oleh Allah bagi kami.”&lt;br /&gt;&lt;span class="kandungan"&gt;Sehingga seluruh badan beliau mengalir darah merah.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/p&gt;  &lt;p style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;    Akhirnya beliau dimasukkan ke dalam penjara kembali. Pada suatu hari ketika Imam Hambali dibawa ke Kota Anbar dengan tangan yang terbelenggu, seorang yang alim bernama Abu Ja’far Al-Anbari menghampiri beliau. Imam Hambali bertanya kepadanya: “Hai Abu Ja’far apakah engkau susah melihat keadaanku?” “Tidak wahai Imam, engkau adalah pemuka umat, kerana umat manusia ada di belakangmu. Demi Allah, bila engkau mahu menjawab bahawa Quran itu makhluk, pastilah umat akan mengikutimu, dan bila engkau tidak mahu menjawab, maka umat juga tidak mahu menjawab seperti apa yang ingin engkau jawab. Bila engkau tidak mati dibunuh orang, pasti engkau juga akan mati dengan cara yang lain. Maka janganlah engkau mahu menuruti kehendak mereka.” &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;    Mendengar kata-kata Ja’far itu beliau mencucurkan air mata dan berkata: “Masya-Allah!, Masya-Allah!, Masya-Allah!. Kemudian beliau pun dikunjungi oleh bekas penjahat bernama Abdul Haitsam Al-Ayyar dan berkata kepada beliau: “Wahai Imam, saya ini seorang pencuri yang didera dengan beribu-ribu cambukan, namun saya tidak mahu mengakui perbuatan saya, pada hal saya menyedari bahawa saya salah. Maka janganlah Imam gelisah dalam menerima dera, sebab engkau dalam kebenaran.” &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;    Ketika Khalifah Al-Makmun meninggal dunia pada tahun 218H (833 M) setelah memerintah 20 tahun lamanya, yang mengganti beliau ialah saudaranya yang bernama Ishaq Muhammad bin Harun Al-Rasyid yang bergelar dengan Al-Muktashimbillah. Sebelum Khalifah Al-Makmun meninggal dunia beliau telah berpesan kepada bakal penggantinya itu bahawa faham Al-Quran itu makhluk harus dipertahankan.” &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;    Kebijaksanaan kerajaan yang menyeksa para ulama yang tidak sependirian dengan faham kerajaan itu atas dasar hasutan seorang ulama kerajaan yang bernama Qadhi Qudhoti Ahmad bin Abi Daud (Daud). Ulama inilah yang memberikan usulan kepada Al-makmun bahawa jika Imam Ahmad bin Hambal tetap tidak mahu mengikuti bahawa Al-Quran itu makhluk hendaklah dihukum dengan hukuman yang berat. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;    Setelah kerajaan dipegang oleh Al-Muktasim ulama Ahmad bin Daud masih tetap menjadi qadi kerajaan. Pada suatu hari Qadi kerajaan ini &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;cuba&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; mengadili Imam Hambali dengan melakukan perdebatan akhirnya Ahmad bin Daud kalah kerana tidak dapat mengemukakan alasan yang lebih kuat. Walaupun demikian Imam Hambali tetap dimasukkan kembali ke dalam penjara. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;    Pada bulan Ramadhan pengadilan terhadap Imam Hambali diadakan lagi. Khalifah Al-Muktashim bertanya: “Al-Quran itu adalah baru, bagaimana pendapat anda.” “Tidak!, Al-Quran adalah kalam Allah, saya tidak sejauh itu membahasnya kerana di dalam Al-Quran dan hadith tidak disuruh membahas soal tersebut.” Jawab beliau. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;    Beliau dicambuk sampai berdarah, pada hal ketika itu bulan puasa. Baginda berkata: “Kalau kamu merasa sakit dengan pukulan ini, maka ikutilah saya, dan akuilah bahawa Al-Quran itu makhluk, supaya kamu selamat.” &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;    Penderaan pun terus berlangsung, sehingga beliau terasa bahawa tali seluar yang menutup auratnya putus dan hampir turun ke bawah. Beliau pun mengangkatkan mukanya ke atas sambil berdoa: “Ya Allah!, atas namaMu yang menguasai Arsy, bahawa jika Engkau mengetahui bahawa saya adalah benar, maka janganlah Engkau jatuhkan penutup aurat ku.”   Ketika itu pula seluar beliau yang akan jatuh itu naik ke atas kembali sehingga aurat beliau tidak jadi terlihat oleh orang ramai. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;    Penyeksaan terhadap beliau itu baru berakhir setelah selesai maghrib. &lt;st1:place st="on"&gt;Para&lt;/st1:place&gt; hakim dan orang- orang hadir kemudian berbuka puasa di hadapan beliau. Sementara beliau dibiarkan saja tidak diberi sesuatu makanan untuk berbuka. Demikianlah seterusnya, pada hari yang kedua pun beliau masih tetap didera sampai seluruh badannya mencucurkan darah. Pada hari ketiga beliau masih tetap didera sehingga pengsan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;    Setelah Al-Muktashim meninggal dunia ia diganti dengan puteranya Al-Watsiq. Pada masa ini banyak penganiayaan dilakukan terhadap para ulama. Khalifah Al-Watsiq inilah yang memancung leher ulama terkenal yakni Ahmad bin Naser Al-Khuza’i. Kepala Ahmad bin Naser digantung dan diletak tulisan yang berbunyi: “Inilah kepala Ahmad bin Naser yang tidak mahu mengakui bahawa Al-Quran itu makhluk, maka Tuhan memasukkan Ahmad bin Naser ke dalam neraka, kepala ini menjadi peringatan bagi mereka yang memalingkan dirinya dari kiblat.” Demikianlah tulisan yang diletakkan dekat leher Ahmad bin Naser. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;    Kemudian Khalifah Al-Watsiq meninggal dunia dan digantikan dengan saudara beliau yang bernama, Al-Mutawakkil. Pada masa inilah dicabut tentang faham muktazilah dan diadakan pembebasan terhadap semua ulama yang ditahan, termasuk Imam Ahmad bin hambal. Sementara itu Imam Hambali setelah dibebaskan beliau diberi hadiah sebanyak l0,000 dirham, namun hadiah tersebut beliau tolak. Kerana dipaksa untuk menerimanya, akhirnya beliau terima dan dibahagi-bahagikan kepada fakir miskin. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;    Pada hari Jumaat tanggal 12 Rabiul Awal tahun 241 H/855 M beliau meninggal dunia yang fana ini dengan tenang dalam usia 77 tahun. Setelah mendengar wafatnya beliau, seluruh Kota Baghdad menjadi gempar jenazah beliau disembahyangkan lebih dari 130,000 orang muslimin. Demikian berakhirnya riwayat seorang penegak kebenaran dan meninggikan ilmu pengetahuan, setelah melalui berbagai seksaan dan penganiayaan. Semoga mereka yang berjuang pada jalan Allah menjadi kekasih Allah, yang selalu mendapat keberkahannya dan keredhaanNya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;    Banyak lagi mereka yang berjuang pada jalan Allah akhirnya menerima ujian dan cubaan dengan berbagai penganiayaan dan seksaan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Firman Allah ertinya: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span class="kandungan"&gt;“Apakah manusia itu mengira bahawa mereka dibiarkan saja mengatakan. “Kami telah beriman, sedang mereka tidak diuji? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang- orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;(Al-Ankabut: 2-3)&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;  &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;a name="2"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);font-size:180%;" &gt;Imam Syafie Ditangkap Dan Dirantai&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="color:white;"&gt;...&lt;/span&gt;&lt;span class="kandungan"&gt; Imam Syafie bernama Muhammad bin Idris. Salasilah keturunan beliau adalah Muhammad bin Idris bin Abbas bin Usman bin Syafie bin Saib bin Abdul Yazid bin Hasyim bin Abdul Mutalib bin Abdul Manaf. Keturunan beliau bertemu dengan keturunan Nabi Muhammad SAW pada datuk Nabi Muhammad yang ketiga iaitu Abdul Manaf. &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;    Beliau dilahirkan di Ghuzah nama sebuah kampung yang termasuk daerah Palestin, pada bulan Rejab 150 H atau 767 Masehi. Tempat asal ayah dan bonda beliau ialah di Kota Makkah. Imam Syafie lahir di Palestin kerana ketika itu bondanya pergi ke daerah itu demi keperluan penting. Namun di dalam perjalanan menuju Palestin tersebut ayahnya meninggal dunia, sementara Imam Syafie masih dalam kandungan ibunya. Setelah berumur dua tahun baru Imam Syafie dan ibunya kembali ke Kota Makkah. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;    Ketika berumur 9 tahun beliau telah hafal Al-Quran 30 juz. Umur 19 tahun telah mengerti isi kitab Al-Muwatha’, karangan Imam Malik, tidak lama kemudian Al-Muwatha’ telah dihafalnya. Kitab Al-Muwatha’ tersebut berisi hadith-hadith Rasulullah SAW, yang dihimpun oleh Imam Malik. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;    Kerana kecerdasannya pada umur 15 tahun beliau telah diizinkan memberi fatwa di hadapan masyarakat dan menjawat sebagai guru besar ilmu hadith serta menjadi mufti dalam Masjidil Haram di Makkah. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;    Ketika berumur 20 tahun beliau pergi belajar ke tempat Imam Malik di Madinah, setelah itu beliau ke Irak, Parsi dan akhirnya kembali ke Madinah. Dalam usia 29 tahun beliau pergi ke Yaman untuk menuntut ilmu pengetahuan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;    Tentang ketaatan beliau dalam beribadah kepada Allah diceritakan bahawa setiap malam beliau membagi malam itu kepada tiga bahagian. Sepertiga malam beliau gunakan kewajipan sebagai manusia yang mempunyai keluarga, sepertiga malam untuk solat dan zikir dan sepertiga lagi untuk tidur. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;    Ketika Imam Syafie di Yaman, beliau diangkat menjadi setiausaha dan penulis istimewa Gabenor di Yaman, sekaligus menjadi guru besar di &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;sana&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;. Kerana beliau termasuk orang pendatang, secara tiba-tiba memangku jawatan yang tinggi, maka ramai orang yang memfitnah beliau. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;    Ahli sejarah telah menceritakan bahawa waktu sultan Harun Ar-Rasyid sedang marah terhadap kaum Syiah, sebab golongan tersebut berusaha untuk meruntuhkan kekuasaan Abbasiyah, mereka berhasrat mendirikan sebuah kerajaan Alawiyah iaitu keturunan Saidina Ali bin Abi Talib. Kerana itu di mana kaum Syiah berada mereka diburu dan dibunuh. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;    Suatu kali datang &lt;st1:city st="on"&gt;surat&lt;/st1:city&gt; baginda Sultan dari &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Baghdad&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;. Dalam &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;surat&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; yang ditujukan kepada Wali negeri itu diberitahukan supaya semua kaum Syiah ditangkap. Untuk pertama kali yang paling penting adalah para pemimpinnya, jika pekerjaan penangkapan telah selesai semua mereka akan dikirimkan ke &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Baghdad&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;. Semuanya harus dibelenggu dan dirantai. Imam Syafie juga ditangkap, sebab di dalam &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;surat&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; tersebut bahawa Imam Syafie termasuk dalam senarai para pemimpin Syiah. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;    Ketika peristiwa itu terjadi pada bulan Ramadhan, Imam Syafie dibawa ke &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Baghdad&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; dengan dirantai kedua belah tangannya. Dalam keadaan dibelenggu itu para tahanan disuruh berjalan kaki mulai dari Arab Selatan (Yaman) sampai ke Arab Utara (&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Baghdad&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;), yang menempuh perjalanan selama dua bulan. Sampai di Baghdad belenggu belum dibuka, yang menyebabkan darah-darah hitam melekat pada rantai-rantai yang mengikat tangan mereka. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;    Pada suatu malam pengadilan pun dimulai. &lt;st1:place st="on"&gt;Para&lt;/st1:place&gt; tahanan satu persatu masuk ke dalam bilik pemeriksaan. Setelah mereka ditanya dengan beberapa kalimat, mereka dibunuh dengan memenggal leher tahanan tersebut. Supaya darah yang keluar dari leher yang dipotong itu tidak berserak ia dialas dengan kulit binatang yang diberi nama dengan natha’. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;    Imam Syafie dalam keadaan tenang menunggu giliran, dengan memohon keadilan kepada Allah SWT. Kemudian beliau dipanggil ke hadapan baginda Sultan. Imam Syafie menyerahkan segalanya hanya kepada Allah SWT. Dengan keadaan merangkak kerana kedua belah kaki beliau diikat dengan rantai, Imam Syafie mengadap Sultan. Semua para pembesar memperhatikan beliau. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;“Assalamualaika, ya Amirul Mukminin wabarakatuh.”&lt;br /&gt;Demikian ucapan salam beliau kepada baginda dengan tidak disempurnakan iaitu “Warahmatullah.” &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;“Wa alaikassalam warahmatullah wabarakatuh.” Jawab baginda. Kemudian baginda bertanya: “Mengapa engkau mengucap salam dengan ucapan yang tidak diperintahkan oleh sunnah, dan mengapa engkau berani berkata-kata dalam majlis ini sebelum mendapat izin dari saya?” &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Imam Syafie menjawab: “Tidak saya ucapkan kata “Warahmatullah”   kerana rahmat Allah itu terletak dalam hati baginda sendiri.” Mendengar kata-kata itu hati baginda jadi lembut. Kemudian Imam Syafie membaca surah An-Nur ayat 55 yang bermaksud: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span class="kandungan"&gt;“Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang soleh bahawa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa, dan sesungguhnya Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diredhaiNya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa.” &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-weight: bold;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span class="kandungan"&gt;Setelah membaca ayat di atas kemudian Imam Syafie berkata: “Demikianlah Allah telah menepati janjiNya, kerana sekarang baginda telah menjadi khalifah, jawapan salam baginda tadi membuat hati saya menjadi aman.” Hati baginda menjadi bertambah lembut. Baginda Harun ar Rashid bertanya kembali: “Kenapa engkau menyebarkan faham Syiah, dan apa alasanmu untuk menolak tuduhan atas dirimu.” &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;“Saya tidak dapat menjawab pertanyaan baginda dengan baik bila saya masih dirantai begini, jika belenggu ini dibuka Insya-Allah saya akan menjawab dengan sempurna. Lalu baginda memerintahkan kepada pengawal untuk membukakan belenggu yang mengikat lmam Syafie itu. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Setelah rantai yang membelenggu kedua kaki dan tangannya itu dibuka, maka Imam Syafie duduk dengan baik kemudian membaca surah Hujarat ayat 6: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span class="kandungan"&gt;“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasiq yang membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.” &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-weight: bold;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span class="kandungan"&gt;“Ya Amirul Mukminin, sesungguhnya berita yang sampai kepada baginda itu adalah dusta belaka. Sesungguhnya saya ini menjaga kehormatan Islam. Dan bagindalah yang berhak memegang adab kitab Allah kerana baginda adalah putera bapa saudara Rasulullah SAW iaitu Abbas. Kita sama-sama menghormati keluarga Rasulullah. Maka kalau saya dituduh Syiah kerana saya sayang dan cinta kepada Rasulullah dan keluarganya, maka demi Allah, biarlah umat Islam sedunia ini menyaksikan bahawa saya adalah Syiah. Dan tuan-tuan sendiri tentunya sayang dan cinta kepada keluarga Rasulullah.” Demikian jawab Imam Syafie. &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Baginda Harun ar Rasyid pun menekurkan kepalanya kemudian ia berkata kepada Imam Syafie: “Mulai hari ini bergembiralah engkau agar lenyaplah perselisihan antara kami dengan kamu, kerana kami harus memelihara dan menghormati pengetahuanmu wahai Imam Syafie.” &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;    &lt;span class="kandungan"&gt;Demikianlah kehidupan Imam Syafie sebagai ulama besar, yang tidak lepas dari berbagai cubaan serta seksaan dari pihak yang tak mengerti akan hakikat kebenaran yang sesungguhnya. Hanya ketabahan dan keimanan serta pengetahuanlah yang dapat menghadapi setiap cubaan itu sebagai suatu ujian dari Allah SWT yang harus kita hadapi.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;a name="3"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);font-size:180%;" &gt;Imam Malik Diheret Dan Didera&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="color:white;"&gt;...&lt;/span&gt;&lt;span class="kandungan"&gt; Imam Malik dilahirkan di sebuah perkampungan kecil yang bernama Ashbah, yang terletak di dekat Kota Himyar jajahan Yaman. Nama aslinya ialah Malik bin Anas bin Malik bin Abi Amir Al-Ashabally. Beliau adalah seorang ulama besar yang lahir di Madinah serta mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap dunia Islam. &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;    Ketika Imam Malik berusia 54 tahun, pemerintahan berada di tangan baginda Al-Mansur yang berpusat di &lt;st1:place st="on"&gt;Bagdad&lt;/st1:place&gt;. Ketika itu di Madinah dipimpin oleh seorang gabenor bernama Jaafar bin Sulaiman Al-Hasymi. Sementara itu Imam Malik juga menjabat sebagai mufti di Madinah. Di saat timbulnya masalah penceraian atau talak, maka Imam Malik telah menyampaikan fatwanya, bahawa talak yang dipaksakan tidak sah, ertinya talak suami terhadap isteri tidak jatuh. Fatwa ini sungguh berlawanan dengan kehendak gabenor, kerana ia tidak mahu hadith yang disampaikan oleh Imam Malik tersebut diketahui oleh masyarakat, sehingga akhirnya Imam Malik dipanggil untuk mengadap kepada gabenor. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;    Kemudian gabenor meminta agar fatwa tersebut dicabut kembali, dan jangan sampai orang ramai mengetahui akan hal itu. Walaupun demikian Imam Malik tidak mahu mencabutnya. Fatwa tersebut tetap disiarkan kepada orang ramai. Talak yang dipaksanya tidak sah. Bahkan Imam Malik sengaja menyiarkan fatwanya itu ketika beliau mengadakan ceramah-ceramah agama, kerana fatwa tersebut berdasarkan hadith Rasulullah SAW yang harus diketahui oleh umat manusia. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;    Akhirnya Imam Malik ditangkap oleh pihak kerajaan, namun ia masih tetap dengan pendiriannya. Gabenor memberi peringatan keras supaya fatwa tersebut dicabut dengan segera Kemudian Imam Malik dihukum dengan dera dan diikat dengan tali dan dinaikkan ke atas punggung unta, lalu diarak keliling Kota Madinah. Kemudian Imam Malik dipaksa supaya menarik kembali fatwanya itu. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;    Mereka mengarak Imam Malik supaya Imam merasa malu dan hilang pendiriannya. Tetapi Imam Malik masih tetap dengan pendiriannya itu. Kerana ketegasannya itu, dia dihukum dengan sebat sebanyak 70 kali, yang menyebabkan tulang belakangnya hampir patah. Kemudian ia berkata kepada sahabat-sahabatnya:&lt;br /&gt;“Aku dihukum dera begitu berat lantaran fatwa ku. Demikian Said Al-Musayyid, Muhamad Al-Munkadir dan Rabiah telah dijatuhi hukuman demikian lantaran fatwanya juga.” &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;    Bagi Imam Malik hukuman semacam itu, bukanlah mengurangi pendiriannya, bahkan semakin bertambah teguh jiwanya. Ia tidak pernah takut menerima hukuman asalkan ia berada pada jalan kebenaran. Kerana memang setiap perjuangan itu memerlukan pengorbanan. Imam Al-Laits, seorang alim menjadi mufti Mesir ketika itu, saat mendengar bahawa Imam Malik dihukum lantaran fatwanya ia berkata: “Aku mengharap semoga Allah mengangkat darjat Imam Malik atas setiap pukulan yang dijatuhkan kepadanya, menjadikan satu tingkat baginya masuk ke syurga.”&lt;br /&gt;Insya Allah. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;  &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;a name="4"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);font-size:180%;" &gt;Imam Abu Hanifah Diracun&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="color:white;"&gt;...&lt;/span&gt;&lt;span class="kandungan"&gt; Imam Abu Hanafih adalah seorang imam Mazhab yang besar dalam dunia Islam. Dalam empat mazhab yang terkenal tersebut hanya Imam Hanafi yang bukan orang Arab. Beliau keturunan &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Persia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; atau disebut juga dengan bangsa Ajam. Pendirian beliau sama dengan pendirian imam yang lain, iaitu sama-sama menegakkan Al-Quran dan sunnah Nabi SAW.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;    Imam Hanafi dilahirkan pada tahun 80 Hijrah bertepatan tahun 699 Masehi di sebuah &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kota&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; bernama Kufah. Nama yang sebenarnya ialah Nu’man bin Tsabit bin Zautha bin Maha. Kemudian masyhur dengan gelaran Imam Hanafi. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;    Kemasyhuran nama tersebut menurut para ahli sejarah ada beberapa sebab: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;1.  Kerana ia mempunyai seorang anak laki-laki yang bernama Hanifah, maka ia diberi julukan dengan Abu Hanifah.&lt;br /&gt;2.  Kerana semenjak kecilnya sangat tekun belajar dan menghayati setiap yang dipelajarinya, maka ia dianggap seorang yang hanif (kecenderungan/condong) pada agama. Itulah sebabnya ia masyhur dengan gelaran Abu Hanifah.&lt;br /&gt;3.  Menurut bahasa &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Persia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;, Hanifah bererti tinta. Imam Hanafi sangat rajin menulis hadith-hadith, ke mana, ia pergi selalu membawa tinta. Kerana itu ia dinamakan Abu Hanifah. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;    Waktu ia dilahirkan, pemerintahan Islam berada di tangan Abdul Malik bin Marwan, dari keturunan Bani Umaiyyah kelima. Kepandaian Imam Hanafi tidak diragukan lagi, beliau mengerti betul tentang ilmu fiqih, ilmu tauhid, ilmu kalam, dan juga ilmu hadith. Di samping itu beliau juga pandai dalam ilmu kesusasteraan dan hikmah. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;    Imam Hanafi adalah seorang hamba Allah yang bertakwa dan soleh, seluruh waktunya lebih banyak diisi dengan amal ibadah. Jika beliau berdoa matanya bercucuran air mata demi mengharapkan keredhaan Allah SWT. Walaupun demikian orang-orang yang berjiwa jahat selalu berusaha untuk menganiaya beliau. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;    Sifat keberanian beliau adalah berani menegakkan dan mempertahankan kebenaran. Untuk kebenaran ia tidak takut sengsara atau apa bahaya yang akan diterimanya. Dengan keberaniannya itu beliau selalu mencegah orang-orang yang melakukan perbuatan mungkar, kerana menurut Imam Hanafi kalau kemungkaran itu tidak dicegah, bukan orang yang berbuat kejahatan itu saja yang akan merasakan akibatnya, melainkan semuanya, termasuk orang-orang yang baik yang ada di tempat tersebut &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;    Sebahagian dilukiskan dalam sebuah hadith Rasulullah SAW bahawa bumi ini diumpamakan sebuah bahtera yang didiami oleh dua kumpulan. Kumpulan pertama adalah terdiri orang-orang yang baik-baik sementara kumpulan kedua terdiri dari yang jahat-jahat. Kalau kumpulan jahat ini mahu merosak bahtera dan kumpulan baik itu tidak mahu mencegahnya, maka seluruh penghuni bahtera itu akan binasa. Tetapi sebaliknya jika kumpulan yang baik itu mahu mencegah perbuatan orang-orang yang mahu membuat kerosakan di atas bahtera itu, maka semuanya akan selamat. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;    Sifat Imam Hanafi yang lain adalah menolak kedudukan tinggi yang diberikan pemerintah kepadanya. Ia menolak pangkat dan menolak wang yang dibelikan kepadanya. Akibat dari penolakannya itu ia ditangkap dan dimasukkan ke dalam penjara. Di dalam penjara ia diseksa, dipukul dan sebagainya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;    Gabenor di Iraq pada waktu itu berada di tangan Yazid bin Hurairah Al-Fazzari. Selaku pemimpin ia tentu dapat mengangkat dan memberhentikan pegawai yang berada di bawah kekuasaannya. Pernah pada suatu ketika Imam Hanafi akan diangkat menjadi ketua urusan perbendaharan negara (Baitul mal), tetapi pengangkatan itu ditolaknya. Ia tidak mahu menerima kedudukan tinggi tersebut. Sampai berulang kali Gabenor Yazid menawarkan pangkat itu kepadanya, namun tetap ditolaknya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;    Pada waktu yang lain Gabenor Yazid menawarkan pangkat Kadi (hakim) tetapi juga ditolaknya. Rupanya Yazid tidak senang melihat sikap Imam Hanafi tersebut. Seolah-olah Imam Hanafi memusuhi pemerintah, kerana itu timbul rasa curiganya. Oleh kerana itu ia diselidiki dan diancam akan dihukum dengan hukum dera. Ketika Imam Hanafi mendengar kata ancaman hukum dera itu Imam Hanafi menjawab: “Demi Allah, aku tidak akan mengerjakan jabatan yang ditawarkan kepadaku, sekalipun aku akan dibunuh oleh pihak kerajaan.” Demikian beraninya Imam Hanafi dalam menegakkan pendirian hidupnya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;    Pada suatu hari Yazid memanggil para alim ulama ahli fiqih yang terkemuka di &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Iraq&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;, dikumpulkan di muka istananya. Di antara mereka yang datang ketika itu adalah Ibnu Abi Laila. Ibnu Syblamah, Daud bin Abi Hind dan lain-lain. Kepada mereka, masing-masing diberi kedudukan rasmi oleh Gabenor. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;    Ketika itu gabenor menetapkan Imam Hanafi menjadi Pengetua jawatan Sekretari gabenor. Tugasnya adalah bertanggungjawab terhadap keluar masuk wang negara. Gabenor dalam memutuskan jabatan itu disertai dengan sumpah, “Jika Abu Hanifah tidak menerima pangkat itu nescaya ia akan dihukum dengan pukulan.” &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;    Walaupun ada ancaman seperti itu, Imam Hanafi tetap menolak jawatan itu, bahkan ia tetap tegas, bahawa ia tidak mahu menjadi pegawai kerajaan dan tidak mahu campur tangan dalam urusan negara. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;    Kerana sikapnya itu, akhirnya ditangkap oleh gabenor. Kemudian dimasukkan ke dalam penjara selama dua minggu, dengan tidak dipukul. &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Lima&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; belas hari kemudian baru dipukul sebanyak 14 kali pukulan, setelah itu baru dibebaskan. Beberapa hari sesudah itu gabenor menawarkan menjadi kadi, juga ditolaknya. Kemudian ditangkap lagi dan dijatuhi hukuman dera sebanyak 110 kali. Setiap hari didera sebanyak sepuluh kali pukulan. Namun demikian Imam Hanafi tetap dengan pendiriannya. Sampai ia dilepaskan kembali setelah cukup 110 kali cambukan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;    Akibat dari pukulan itu muka dan seluruh badannya menjadi bengkak-bengkak. Hukuman cambuk itu sengaja untuk menghina Imam Hanafi. Walaupun demikian ketika Imam Hanafi diseksa ia sempat berkata. “Hukuman dera di dunia lebih ringan daripada hukuman neraka di akhirat nanti.” Ketika ia berusia lebih dari 50 tahun, ketua negara ketika itu berada di tangan Marwan bin Muhammad. Imam Hanafi juga menerima ujian. Kemudian pada tahun 132 H sesudah dua tahun dari hukuman tadi terjadilah pergantian pimpinan negara, dari keturunan Umaiyyah ke tangan Abbasiyyah, ketua negaranya bernama Abu Abbas as Saffah. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;    Pada tahun 132 H sesudah Abu Abbas meninggal dunia diganti dengan ketua negara yang baru bernama Abi Jaafar Al-Mansur, saudara muda dari Abul Abbas as Saffah. Ketika itu Imam Abu Hanifah telah berumur 56 tahun. Namanya masih tetap harum sebagai ulama besar yang disegani. Ahli fikir yang cepat dapat menyelesaikan sesuatu persoalan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;    Suatu hari Imam Hanafi mendapat panggilan dari baginda Al-Mansur di Baghdad, supaya ia datang mengadap ke istana. Sesampainya ia di istana &lt;st1:city st="on"&gt;Baghdad&lt;/st1:city&gt; ia ditetapkan oleh baginda menjadi kadi (hakim) kerajaan &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Baghdad&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;. Dengan tawaran tersebut, salah seorang pegawai negara bertanya: “Adakah guru tetap akan menolak kedudukan baik itu?” Dijawab oleh Imam Hanafi “Amirul mukminin lebih kuat membayar kifarat sumpahnya daripada saya membayar sumpah saya.” &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;    Kerana ia masih tetap menolak, maka diperintahkan kepada pengawal untuk menangkapnya, kemudian dimasukkan ke dalam penjara di &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Baghdad&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;. Pada saat itu para ulama yang terkemuka di Kufah ada tiga orang. Salah satu di antaranya ialah Imam Ibnu Abi Laila. Ulama ini sejak pemerintahan Abu Abbas as Saffah telah menjadi mufti kerajaan untuk &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kota&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; Kufah. Kerana sikap Imam Hanafi itu, Imam Abi Laila pun dilarang memberi fatwa. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Pada suatu hari Imam Hanafi dikeluarkan dari penjara kerana mendapat panggilan dari Al-Mansur, tetapi ia tetap menolak. Baginda bertanya, “Apakah engkau telah suka dalam keadaan seperti ini?” &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Dijawab oleh Imam Hanafi: “Wahai Amirul Mukminin semoga Allah memperbaiki Amirul Mukminin.&lt;br /&gt;Wahai Amirul Mukminin, takutlah kepada Allah, janganlah bersekutu dalam kepercayaan dengan orang yang tidak takut kepada Allah. Demi Allah saya bukanlah orang yang boleh dipercayai di waktu tenang, maka bagaimana saya akan dipercayai di waktu marah, sungguh saya tidak sepatutnya diberi jawatan itu.” &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Baginda berkata lagi: “Kamu berdusta, kamu patut dan sesuai memegang jawatan itu.” Dijawab oleh Imam Hanafi: “Amirul Mukminin, sungguh baginda telah menetapkan sendiri, jika saya benar, saya telah menyatakan bahawa saya tidak patut memegang jawatan itu. Jika saya berdusta, maka bagaimana baginda akan mengangkat seorang maulana yang dipandang rendah oleh bangsa Arab. Bangsa Arab tidak akan rela diadili seorang golongan hakim seperti saya.” &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;    Pernah juga terjadi, baginda Abu Jaffar Al-Mansur memanggil tiga orang ulama besar ke istananya, iaitu Imam Abu Hanifah, Imam Sufyan ats Tauri dan Imam Syarik an Nakhaei. Setelah mereka hadir di istana, maka ketiganya ditetapkan untuk menduduki pangkat yang cukup tinggi dalam kenegaraan, masing-masing diberi &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;surat&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Sufyan ats Tauri diangkat menjadi kadi di Kota Basrah, lmam Syarik diangkat menjadi kadi di ibu &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kota&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;. Adapun Imam Hanafi tidak mahu menerima pengangkatan itu di manapun ia diletakkan. Pengangkatan itu disertai dengan ancaman bahawa siapa saja yang tidak mahu menerima jawatan itu akan didera sebanyak l00 kali deraan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt; pelantikan tersebut.  &lt;/p&gt;  &lt;p style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;    Imam Syarik menerima jawatan itu, tetapi Imam Sufyan tidak mahu menerimanya, kemudian ia melarikan diri ke Yaman. Imam Abu Hanifah juga tidak mahu menerimanya dan tidak pula berusaha melarikan diri. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;    Oleh sebab itu Imam Abu Hanifah dimasukkan kembali ke dalam penjara dan dijatuhi hukuman sebanyak 100 kali dera. Setiap pagi dipukul dengan cambuk sementara dileher beliau dikalung dengan rantai besi yang berat. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;    Suatu kali Imam Hanafi dipanggil baginda untuk mengadapnya. Setelah tiba di depan baginda, lalu diberinya segelas air yang berisi racun. Ia dipaksa meminumnya. Setelah diminum air yang beracun itu Imam Hanafi kembali dimasukkan ke dalam penjara. Imam Hanafi wafat dalam keadaan menderita di penjara ketika itu ia berusia 70 tahun. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;&lt;span class="kandungan"&gt;    Imam Hanafi menolak semua tawaran yang diberikan oleh kerajaan daulah Umaiyyah dan Abbasiyah adalah kerana beliau tidak sesuai dengan corak pemerintahan yang mereka kendalikan. Oleh sebab itu mereka berusaha mengajak Imam Hanafi untuk bekerjasama mengikut gerak langkah mereka, dan akhirnya mereka seksa hingga meninggal, kerana Imam Hanafi menolak semua tawaran yang mereka berikan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1157511632114670481-6850036044359486364?l=ibnuyusuf-al-qadahi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnuyusuf-al-qadahi.blogspot.com/feeds/6850036044359486364/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ibnuyusuf-al-qadahi.blogspot.com/2009/06/kisah-4-imam-yang-terkenal.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1157511632114670481/posts/default/6850036044359486364'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1157511632114670481/posts/default/6850036044359486364'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnuyusuf-al-qadahi.blogspot.com/2009/06/kisah-4-imam-yang-terkenal.html' title='Kisah 4 imam yang terkenal.'/><author><name>Moohamad Azfar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02348206276989937680</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-q60k6ok-0iI/Tq98Vf8pkeI/AAAAAAAAAqk/E6wPCS-jAfQ/s220/azfar.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1157511632114670481.post-7070987355496010118</id><published>2009-06-14T21:26:00.000-07:00</published><updated>2009-06-18T22:07:41.582-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Peristiwa aneh'/><title type='text'>7 Perkara ganjil!</title><content type='html'>&lt;p style="font-style: italic;" align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Trebuchet MS;font-size:130%;"  &gt;Terdapat seorang pemuda yang kerjanya menggali kubur dan      mencuri kain kafan untuk dijual. Pada suatu hari, pemuda tersebut berjumpa      dengan seorang ahli ibadah untuk menyatakan kekesalannya dan keinginan untuk      bertaubat kepada Allah s. w. t. Dia berkata, "Sepanjang aku menggali kubur      untuk mencuri kain kafan, aku telah melihat 7 perkara ganjil yang menimpa      mayat-mayat tersebut. Lantaran aku merasa sangat insaf atas perbuatanku yang      sangat keji itu dan ingin sekali bertaubat." &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;span style="font-style: italic;font-family:Trebuchet MS;font-size:130%;"  &gt;    &lt;/span&gt;&lt;p style="font-style: italic;" align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Trebuchet MS;font-size:130%;"  &gt;" &lt;u&gt;Yang pertama&lt;/u&gt;, aku lihat mayat yang pada siang      harinya menghadap kiblat. Tetapi pabila aku menggali semula kuburnya pada      waktu malam, aku lihat wajahnya telahpun membelakangkan kiblat. Mengapa      terjadi begitu, wahai tuan guru?" tanya pemuda itu. " Wahai anak muda,      mereka itulah golongan yang telah mensyirikkan Allah s. w. t. sewaktu      hidupnya. Lantaran Allah s. w. t. menghinakan mereka dengan memalingkan      wajah mereka dari mengadap kiblat, bagi membezakan mereka daripada golongan      muslim yang lain," jawab ahli ibadah tersebut. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;span style="font-style: italic;font-family:Trebuchet MS;font-size:130%;"  &gt;    &lt;/span&gt;&lt;p style="font-style: italic;" align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Trebuchet MS;font-size:130%;"  &gt;Sambung pemuda itu lagi, " &lt;u&gt;Golongan yang kedua&lt;/u&gt;,      aku lihat wajah mereka sangat elok semasa mereka dimasukkan ke dalam liang      lahad. Tatkala malam hari ketika aku menggali kubur mereka, ku lihat wajah      mereka telahpun bertukar menjadi babi. Mengapa begitu halnya, wahai tuan      guru?" Jawab ahli ibadah tersebut, " Wahai anak muda, mereka itulah golongan      yang meremehkan dan meninggalkan solat sewaktu hidupnya. Sesungguhnya solat      merupakan amalan yang pertama sekali dihisab. Jika sempurna solat, maka      sempurnalah amalan-amalan kita yang lain," &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;span style="font-style: italic;font-family:Trebuchet MS;font-size:130%;"  &gt;    &lt;/span&gt;&lt;p style="font-style: italic;" align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Trebuchet MS;font-size:130%;"  &gt;Pemuda itu menyambung lagi, " Wahai tuan guru, &lt;u&gt;     golongan yang ketiga&lt;/u&gt; yang aku lihat, pada waktu siang mayatnya kelihatan      seperti biasa sahaja. Apabila aku menggali kuburnya pada waktu malam, ku      lihat perutnya terlalu gelembung, keluar pula ulat yang terlalu banyak      daripada perutnya itu." " Mereka itulah golongan yang gemar memakan harta      yang haram, wahai anak muda," balas ahli ibadah itu lagi. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;span style="font-style: italic;font-family:Trebuchet MS;font-size:130%;"  &gt;    &lt;/span&gt;&lt;p style="font-style: italic;" align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Trebuchet MS;font-size:130%;"  &gt;" &lt;u&gt;Golongan keempat&lt;/u&gt;, ku lihat mayat yang jasadnya      bertukar menjadi batu bulat yang hitam warnanya. Mengapa terjadi begitu,      wahai tuan guru?" Jawab ahli ibadah itu, " Wahai pemuda, itulah golongan      manusia yang derhaka kepada kedua ibu bapanya sewaktu hayatnya. Sesungguhnya      Allah s. w. t. sama sekali tidak redha kepada manusia yang menderhakai ibu      bapanya." &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;span style="font-style: italic;font-family:Trebuchet MS;font-size:130%;"  &gt;    &lt;/span&gt;&lt;p style="font-style: italic;" align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Trebuchet MS;font-size:130%;"  &gt;" &lt;u&gt;Golongan kelima&lt;/u&gt;, ku lihat ada pula mayat yang      kukunya amat panjang, hingga membelit-belit seluruh tubuhnya dan keluar      segala isi dari tubuh badannya," sambung pemuda itu. " Anak muda, mereka      itulah golongan yang gemar memutuskan silaturrahim. Semasa hidupnya mereka      suka memulakan pertengkaran dan tidak bertegur sapa lebih daripada 3 hari.      Bukankah Rasulullah s. a. w. pernah bersabda, bahawa sesiapa yang tidak      bertegur sapa melebihi 3 hari bukanlah termasuk dalam golongan umat baginda,"      jelas ahli ibadah tersebut. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;span style="font-style: italic;font-family:Trebuchet MS;font-size:130%;"  &gt;    &lt;/span&gt;&lt;p style="font-style: italic;" align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Trebuchet MS;font-size:130%;"  &gt;" Wahai guru, &lt;u&gt;golongan yang keenam&lt;/u&gt; yang aku lihat,      sewaktu siangnya lahadnya kering kontang. Tatkala malam ketika aku menggali      semula kubur itu, ku lihat mayat tersebut terapung dan lahadnya dipenuhi air      hitam yang amat busuk baunya," " Wahai pemuda, itulah golongan yang memakan      harta riba sewaktu hayatnya," jawab ahli ibadah tadi. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;span style="font-style: italic;font-family:Trebuchet MS;font-size:130%;"  &gt;    &lt;/span&gt;&lt;p style="font-style: italic;" align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Trebuchet MS;font-size:130%;"  &gt;" Wahai guru, &lt;u&gt;golongan yang terakhir&lt;/u&gt; yang aku      lihat, mayatnya sentiasa tersenyum dan berseri-seri pula wajahnya. Mengapa      demikian halnya wahai tuan guru?" tanya pemuda itu lagi. Jawab ahli ibadah      tersebut, " Wahai pemuda, mereka itulah golongan manusia yang berilmu. Dan      mereka beramal pula dengan ilmunya sewaktu hayat mereka. Inilah golongan      yang beroleh keredhaan dan kemuliaan di sisi Allah s. w. t. baik sewaktu      hayatnya mahupun sesudah matinya." &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;span style="font-style: italic;font-family:Trebuchet MS;font-size:130%;"  &gt;    &lt;/span&gt;&lt;p style="font-style: italic;" align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Trebuchet MS;font-size:130%;"  &gt;Ingatlah, sesungguhnya daripada Allah s. w. t kita datang      dan kepadaNya jualah kita akan kembali. Kita akan dipertanggungjawabkan atas      setiap amal yang kita lakukan, hatta amalan sebesar zarah. Wallahua'lam..     &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1157511632114670481-7070987355496010118?l=ibnuyusuf-al-qadahi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnuyusuf-al-qadahi.blogspot.com/feeds/7070987355496010118/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ibnuyusuf-al-qadahi.blogspot.com/2009/06/7-perkara-ganjil.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1157511632114670481/posts/default/7070987355496010118'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1157511632114670481/posts/default/7070987355496010118'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnuyusuf-al-qadahi.blogspot.com/2009/06/7-perkara-ganjil.html' title='7 Perkara ganjil!'/><author><name>Moohamad Azfar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02348206276989937680</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-q60k6ok-0iI/Tq98Vf8pkeI/AAAAAAAAAqk/E6wPCS-jAfQ/s220/azfar.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1157511632114670481.post-2186807916886276599</id><published>2009-06-14T02:13:00.000-07:00</published><updated>2009-06-18T22:09:24.941-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='IlAmIk'/><title type='text'>Jadikan diri anda seorang yang IlAmIk!</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;" &gt;&lt;embed src="http://www.aldo7a.com/card/swf/anashed-deneh/a2na-mslem.swf" menu="false" quality="High" bgcolor="#FFFFFF" wmode="transparent" type="application/x-shockwave-flash" pluginspage="http://www.macromedia.com/shockwave/download/index.cgi?P1_Prod_Version=ShockwaveFlash" width="480" height="280"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai seorang muslim yang mengucap 2kalimah syahadah kita mesti berusaha meningkatkan iman didada. Oleh itu kita mesti ada IlAmIk iaitu: ILMU,AMAL &amp;amp; IKHLAS. kita diwajibkan menuuntut ilmu bermula dari kecil hinggalah kita wafat, terutamanya ilmu-ilmu agama.  ingatlah AWALUDDIN MAKRIFATULLAH [awal-awal agama  mengenal ALLAH]&lt;br /&gt;Selepas itu kita mestilah berAMAL dengan ilmu yang ada supaya kita tidak sesat didunia mahupun akhirat. Akhir kita mestilah IKHLAS melakukan segala amal dengan mengharapkan keridhaan ILLAHI. Kerana inilah sebaik-baik harapan kita kepadaNYA, Tanpa rahmat &amp;amp; keridhaanNYA siapalah kita? Bersyukurlah kerana kita dipilih menjadi orang islam, oleh itu gunalah kesempatan hidup yang diberi untuk amal makruf nahyil mungkar selagi kita masih hidup!&lt;/b&gt;&lt;/center&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1157511632114670481-2186807916886276599?l=ibnuyusuf-al-qadahi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnuyusuf-al-qadahi.blogspot.com/feeds/2186807916886276599/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ibnuyusuf-al-qadahi.blogspot.com/2009/06/jadikan-diri-anda-seorang-yang-ilamik.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1157511632114670481/posts/default/2186807916886276599'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1157511632114670481/posts/default/2186807916886276599'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnuyusuf-al-qadahi.blogspot.com/2009/06/jadikan-diri-anda-seorang-yang-ilamik.html' title='Jadikan diri anda seorang yang IlAmIk!'/><author><name>Moohamad Azfar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02348206276989937680</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-q60k6ok-0iI/Tq98Vf8pkeI/AAAAAAAAAqk/E6wPCS-jAfQ/s220/azfar.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1157511632114670481.post-62643182392984183</id><published>2009-06-02T01:55:00.000-07:00</published><updated>2009-06-18T22:08:51.420-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jauhilah dosa'/><title type='text'>5 teknik sebelum melakukan dosa!</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Segala Dosa mesti ditiggalkan sebelum tibanya ajal, Janganlah kita lupa hidup ini hanya sementara. Tidakkah kita fikir bahwa segala anggota dan pancaindera kita dijadikan untuk pinjaman sementara saja, sungguh banyak nikmat yang ALLAH berikan kepada kita oleh itu gunalah kesempatan yang diberi ini untuk melakukan 'AMAL MAKRUF serta menjauhi NAHYIL MUNGKAR.. Kita mesti bersyukur dengan segala nikmat yang ada pada kita antaranya nikmat iman dan banyak lagi.Sebelum kita melakukan dosa atau maksiat fikirkanlah 5 perkara ini!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Haatilah kisah ini:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PADA suatu ketika, ada seorang lelaki datang menghadap Ibrahim bin Adham, seraya berkata: “Wahai Abu Ishaq! (panggilan Ibrahim bin Adham), aku ialah orang yang lupa diri. Oleh itu, berilah aku sesuatu yang dapat mencegah serta menyelamatkan hatiku daripada kecuaian!”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ibrahim menjawab: “Jika kamu mahu menerima lima hal serta mampu melaksanakannya, nescaya kemaksiatan tidak akan mampu menyerang dirimu dan kamu tidak mudah untuk dihancurkan oleh kelazatan duniawi.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Lelaki itu berkata: “Tolong sampaikan hal itu kepadaku, wahai Abu Ishaq." Ibrahim kemudian berkata: “Pertama apabila kamu hendak melakukan penderhakaan kepada Allah Yang Maha Tinggi dan Maha Mulia, janganlah kamu memakan rezekinya."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pemuda itu kemudian bertanya lagi: “Lalu dari mana aku makan, bukankah semua yang ada di bumi ini adalah rezeki pemberian-Nya.” Ibrahim menjelaskan: “Begini, wajarkah kamu memakan rezeki-Nya, sedangkan kamu masih selalu menderhaka kepada-Nya?"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Lelaki itu berkata: “Sekarang tolong beritahukan yang (hal) kedua." Ibrahim berkata: “Apabila kamu hendak berlaku derhaka kepada-Nya, jangan sampai kamu menginjak bumi-Nya.” Ujar lelaki itu: “Perkara ini mungkin lebih berat daripada perkara pertama. Segala sesuatu yang ada, bermula dari belahan timur sampai barat adalah sesuatu milik-Nya, lalu di mana aku akan tinggal?"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ibrahim berkata: “Begini, wajarkah engkau memakan rezeki-Nya dan tinggal di wilayah-Nya, sedang kamu masih menderhakaiNya?" Lantas lelaki itu menjawab: “Tidak, sekarang tolong sebutnya yang ketiga!"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ibrahim berkata lagi: “Jika kamu hendak melakukan sesuatu kemaksiatan, sedangkan kamu masih berada dalam rezeki dan wilayah-Nya, sekarang cuba carilah suatu tempat yang mustahil diketahui oleh-Nya, kemudian di tempat itu kamu dapat bebas berbuat maksiat." Lelaki itu semakin bingung dan kemudian berkata: “Wahai Ibrahim! Bagaimana hal ini dapatku lakukan. Dia selalu mengetahui apa saja yang di rahsiakan?"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ibrahim meneruskan hujahnya: “Wajarkah kamu memakan rezeki-Nya dan berada di wilayah-Nya, sedangkan kamu masih derhaka kepada-Nya dan Dia selalu mengawasi segala gerak-gerimu?"Pemuda itu segera menjawab: “Tidak, sekarang cuba sebutkan yang keempat!"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ibrahim berkata: “Apabila malaikat pencabut nyawa datang hendak mengambil nyawamu, cuba mintalah kepadanya agar diberi tempoh hingga dapat bertaubat dengan taubat yang sesungguhnya serta beramal soleh kerana Allah." Jawab lelaki itu: “Mustahil dia mahu menerima permohonan itu.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tanya Ibrahim: “Kamu tidak mungkin mampu menolak kematian hingga kamu dapat bertaubat dan di sini kamu dapat mengetahui bahawa malaikat pencabut nyawa mustahil memberi tempoh kepadamu, lalu bagaimana mungkin kamu akan mendapatkan sebuah jalan untuk menyelamatkan diri?" Lelaki itu seterusnya berkata : “Sekarang cuba tolong sebutkan yang kelima."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ibrahim berkata: “Jika pada hari kiamat nanti, malaikat Zabaniyah datang kepadamu untuk membawamu ke neraka, usahakan untuk menolaknya."Jawab lelaki itu: "Mereka tidak mungkin bersedia meninggalkanku begitu saja, walaupun aku kemukakan pelbagai alasan."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ibrahim bertanya lagi: “Jika demikian, bagaimana mungkin kamu akan mengharapkan suatu keselamatan?" Kata lelaki itu berkata: "Wahai Ibrahim! cukup, cukup! Sekarang aku akan memohon ampun dan taubat kepada-Nya.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Selepas peristiwa itu, lelaki itu tekun beribadat hingga akhir hayatnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_43dpLmscFa4/SjsOqtu0_UI/AAAAAAAAAUQ/EZmTzO9Nn3o/s1600-h/solat.png"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 282px; height: 266px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_43dpLmscFa4/SjsOqtu0_UI/AAAAAAAAAUQ/EZmTzO9Nn3o/s400/solat.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5348885109425896770" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1157511632114670481-62643182392984183?l=ibnuyusuf-al-qadahi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnuyusuf-al-qadahi.blogspot.com/feeds/62643182392984183/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ibnuyusuf-al-qadahi.blogspot.com/2009/06/5-teknik-sebelum-melakukan-dosa.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1157511632114670481/posts/default/62643182392984183'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1157511632114670481/posts/default/62643182392984183'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnuyusuf-al-qadahi.blogspot.com/2009/06/5-teknik-sebelum-melakukan-dosa.html' title='5 teknik sebelum melakukan dosa!'/><author><name>Moohamad Azfar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02348206276989937680</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-q60k6ok-0iI/Tq98Vf8pkeI/AAAAAAAAAqk/E6wPCS-jAfQ/s220/azfar.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_43dpLmscFa4/SjsOqtu0_UI/AAAAAAAAAUQ/EZmTzO9Nn3o/s72-c/solat.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
